Kisah Militer RI

Master Karate Jepang Tumbang Disikat Pendekar Silat Kopassus, Haji Umar Ahli Mainkan 4 Golok

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah ini terjadi pada saat Komando Pasukan khusus (Kopassus) masih bernama Resimen

Editor: ridwan
Kolase/TribunJambi.com/Imgrum
Ilustrasi Kopassus dan Pendekar 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah ini terjadi pada saat Komando Pasukan khusus (Kopassus) masih bernama Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat (RPKAD) tahun 1960.

Saat itu mempertontonkan kehabatan ahli beladiri RPKAD latih tanding dengan guru karate asal Jepang.

Melansir dari cerita prajurit, ada peristiwa yang cukup unik pada 1960, saat Kopassus masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Saat itu Komandan Kopassus Kolonel Sarwo Edhie Wibowo memutuskan untuk memanggil pelatih master karate untuk melatih prajurit RPKAD.

Pelatih karate ini bukanlah orang sembarangan, mengingat sudah mendapat lisensi sebagai master karateka.

Baca: Puluhan Model Rainbow Meriahkan Acara Tribun Barbers Day Out 2019 di Jamtos

Tak berselang lama, latihan karate pun digelar untuk meningkatkan kemampuan bela diri prajurit RPKAD.

Hal yang menarik terjadi pada sesi sparring atau latih tanding antara guru karate asal Jepang melawan salah seorang prajurit RPKAD.

RPKAD pada saat itu diwakili oleh Haji Umar yang terkenal sebagai pendekar silat. Haji Umar ini mampu memainkan 4 golok sekaligus dan memutarnya seperti baling-baling.

Keduanya pun bersiap sebelum melakukan sparring. Pertarungan pun dimulai.

Para prajurit yang ikut berlatih nampak antusias dan penasaran, siapa yang akhirnya akan menjadi pemenang?

Namun, hal yang sungguh tak terduga terjadi.

Baca: Ini Daftar Harga Seafood di Kuala Tungkal dan Rekomendasi Rumah Makan Paling Nikmat

Ketika baru mengeluarkan beberapa jurus saja, Haji Umar sudah sukses menyikat pelatih karate tesebut hingga tersungkur dan KO.

Sontak saja kawan-kawannya langsung riuh dan tertawa terbahak-bahak menyaksikan pertarungan tersebut.

Namun demi menghormati, guru karate tersebut tetap mengajar sesuai dengan tujuan awalnya yang diminta ke Indonesia.

Namun yang dilatih tentu saja bukan prajurit RPKAD, melainkan para remaja dan anak-nak tentara yang ada di sekitar asrama Cijantung.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved