Pemkot Jambi Waspadai Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban

Pemerintah Kota Jambi mulai mempersiapkan penyediaan dan stok hewan ternak untuk Idul Adha 2019.

Pemkot Jambi Waspadai Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban
tribunjambi/rohmayana
Tampak hewan kurban sapi yang sudah dinyatakan sehat 

Pemkot Jambi Waspadai Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi mulai mempersiapkan penyediaan dan stok hewan ternak untuk Idul Adha 2019. Mereka juga akan mengecek kesehatan semua hewan ternak, khususnya yang akan digunakan untuk qurban. Hal tersebut mengantisipasi adanya penyakit zoonosis yang bisa menular pada manusia.

Disampaikan Damiri, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk tim untuk mengecek kesehatan hewan ternak. Tim tersebut akan disebar ke seluruh peternakan hewan kurban di Kota Jambi.

“Kita sudah membentuk tim dan akan turun mengecek seluruh hewan ternak di seluruh petani dan pedagang yang ada di Kota Jambi,” katanya.

Nantinya, pada saat pengecekan kesehatan hewan ternak, akan diketahui apakah hewan tersebut sakit atau layak untuk menjadi hewan kurban. Jika tidak, maka direkomendasikan agar tidak digunakan sebagai hewan kurban.

Baca: Ngobrol Bareng Tribun Jambi, Mashuri: Alam di Bungo Ini Bagus-bagus

Baca: Wabup Amir Sakib Buka Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat

Baca: 26 Calon Taruna STTD Asal Tanjab Barat Lulus Test Kompetensi Dasar

Baca: BPJS Kesehatan Turun ke Kampung, Sosialisasi Program JKN-KIS di Desa Kubu Kandang

Baca: 633 CJH Kota Jambi Siap Berangkat Akhir Juli, Maulana Pesan Jaga Kesehatan

“Kita tinjau dari semua aspek kesehatan. Kalau lagi sakit atau memiliki penyakit menular, maka tidak boleh dikurbankan yang kita khawatirkan penyakit zoonosi yang bisa menular kepada manusia,” tuturnya.

Sejauh ini tidak ada hewan ternak yang mengalami penyakit menular. Dikatakan Damiri, saat ini Kota Jambi butuh 1800 hewan untuk kurban. Jumlah tersebut dinilai masih bisa dipenuhi oleh para petani dan pedagang di Kota Jambi.

Pemeriksaan hewan ternak sebut Damiri akan dilakukan tiga kali, yakni pemeriksaan ditingkat petani dan pedagang, kemudian diperiksa kembali saat sudah berada di tangan pemilik kurban, terakhir diperiksa saat hendak dikurbankan.

“Ada 3 kali pemeriksaan. Untuk pemotongan hewan kurban kita menghimbau agar dilakukan di ruamh potong hewan (RPH).

Namun jikapun hewan kurban dipotong di lapangan, tetap dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved