Kertas dari Kulit Bawang Siswa Titian Teras Dianugerahi Medali Emas di Ajang Internasional
SMAN Titian Teras Abdurrahman Sayoeti meraih dua medali emas dalam ajang International Young Invention and Exhibition (IYSIE) 2019 di Malaysia.
Penulis: Nurlailis | Editor: Teguh Suprayitno
Kertas dari Kulit Bawang Siswa Titian Teras Dianugerahi Medali Emas di Ajang Internasional
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - SMA Titian Teras Abdurrahman Sayoeti meraih dua medali emas ajang International Young Invention and Exhibition (IYSIE) 2019 di Malaysia pada 8-12 Juli. Mereka adalah Ahmad Ivka Raehan, Alwahidil Zuhri, Amila Nuskiya, Asyah Putri dan Yuman Satriadi.
Ada 600 peserta dari 10 negara yang mengikuti kompetisi ini dengan 170 projek. 10 negara tersebut adalah Indonesia, Guam, India, Philipina, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Sri Langka dan Iran.
Dari Indonesia ada 70 tim dan dari Jambi hanya dari Titian Teras. Indonesia berhasil mendapatkan 16 emas, 23 perak dan 26 perunggu.
Salah satu peserta Ahmad Ivka Raehan menceritakan ide awalnya didapatkan saat berbelanja di Pasar Angso Duo. Di pasar saya melihat kulit bawang putih itu jumlahnya sangat banyak bahkan sampai dibuang ke sungai. Sehingga terpikir kulit bawang putih ini bisa dimanfaatkan.
Baca: LPPM Unja Invovasi Sambal Ikan Patin dengan Sentuhan Teknologi
Baca: Kesal Lihat Mantan Dibonceng Cowok, Hamdani Kejar Lalu Tabrak dengan Mobil
Baca: Pemkot Jambi Waspadai Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban
Baca: Wabup Amir Sakib Buka Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat
Baca: 633 CJH Kota Jambi Siap Berangkat Akhir Juli, Maulana Pesan Jaga Kesehatan
"Kulit bawang ini mengandung selulosa untuk bahan baku pembuatan kertas. Kertas ini bisa jadi paper bag, buket bunga, kado pembungkus, juga kertas ini bisa diprint," katanya, Rabu (17/6).
Karya ilmiah ini dimulai sejak Januari 2019. Pada awalnya mengikuti Online Science Project Competition (OSPC) oleh IYSA. Mereka mendapatkan spesial award maka mereka dipilih untuk mengikuti IYSIE yang diadakan oleh MISO.
Ada empat bidang dalam ajang ini yaitu environmental science, life science, fisika dan komputer. Dengan masing-masing dua kategori yaitu konferensi dan pemeran.
Mengenai proses pembuatan dirinya mengaku mengalami berkali-kali kegagalan. "Namanya penelitian ga ada yang langsung berhasil. Saat pertama kali jadi itu kami seneng, meskipun bentuknya kayak tempat wadah telur. Kemudian kami banyak cari referensi bahkan ke pabrik kertas sehingga punya komposisi yang pas buat kertas," jelasnya.
Di tingkat international tentu dapat banyak ide lagi kedepan. Ia memberikan tips kepada generasi muda lainnya harus jangan menyerah kalau menerima kegagalan. Yakinlah dari berkali-kali kegagalan hasilnya akan bermanfaat buat orang lain.
Irma Wacyuni Zainal selaku guru biologi pendamping menyampaikan proses pembuatan dimulai dari pemilihan bawang putih, ditimbang, direbus selama lebih kurang sejam, cuci dengan air biasa, blender sampai halus, diayak menggunakan alat sablon dan masukan ke cetakan 40x60 baru jadikan kertas.
Prosen pengeringan dilakukan dibawah kipas angin dalam kurun waktu sehari sampai tiga hari. Campuran lain yang ada dalam kertas adalah natrium hidroksida (NaOH).
"Pembuatan hanya sehari yang lama adalah proses pengeringan yang harus dilakukan menggunakan kipas angin. Pernah dibawah matahari namun hasilnya seperti kerupuk," ujarnya.
Mengenai pembiayaan bahan utama yaitu kulit bawang putih itu gratis. Yang membutuhkan biaya hanya di NaOH.
Untuk perbedaanya belum ada, paling warnanya normal seperti paper bag. Kalau untuk putih ada campuran H2O2 lagi.
Baca: 26 Calon Taruna STTD Asal Tanjab Barat Lulus Test Kompetensi Dasar
Baca: PT BAM Kembali Beroperasi Setelah Setahun Kena Sanksi
Baca: BPJS Kesehatan Turun ke Kampung, Sosialisasi Program JKN-KIS di Desa Kubu Kandang
Baca: Kawal Pilkades Serentak, Pemkab Muarojambi Bakal Libatkan TNI/Polri
Baca: Gara-gara Sering Minum Tuak, Ayah Tiri Tega Cabuli Anaknya, Mengaku Gemes
Untuk ukuran 40x60 membutuhkan sekitar 80 gram kulit bawang putih dengan tambahan natrium hidroksida 10 persen.