Berita Selebritis
Tak Hanya STNK, Pablo Benua Ketahuan Miliki Banyak KTP Palsu, Pengakuan Disdukcapil Terbongkar Semua
Kini Pablo Benua dan Rey Utami harus mendekam di penjara karena terlibat kasus pencemaran nama baik atas kasus ikan asin.
Saat itu permintaan Pablo kembali ditolak karena ia meminta mengubah nama di identitasnya tersebut.
Jaka juga mengungkapkan, nama identitas Pablo yang dikeluarkan pihaknya saat itu bernama Frederick Anggasastra.
Diterangkannya, setelah tinggal di Depok selama dua bulan, Pablo kemudian pindah ke Bogor.
"Dia tinggal di Depok itu April awal terus dia pindah Juli awal kalau tidak salah," tutur Jaka.

Tersandung Penggelapan Mobil
Tak hanya memiliki KTP palsu, Pablo juga diketahui terjerat kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor karena mengambil kredit mobil dari perusahaan pembiayaan atau leasing.
Pablo diketahui tak membayar cicilan mobil tersebut beberapa bulan dan diduga memindahtangankannya kepada orang lain.
"Dia ambil kredit di salah satu perusahaan pembiayaan, terus enggak dibayar cicilannya setelah beberapa bulan berjalan. Setelah dicek mobil sudah enggak ada, diduga sudah dialihkan ke orang lain. Itu termasuk tindak pidana." ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2019).
Baca: Hubungan Mulai Retak? Fadel Islami Akhirnya Bongkar Tabiat Buruk Muzdalifah, Nggak Betah dan Geram!
Baca: Kewalahan Sang Kades Saat Istri Kedua dan Ketiga Lakukan Hal Tak Biasa di Tempat Umum Malam-malam
Baca: Steve Emmanuel Sidang Vonis Hari Ini, Terancam Hukuman Mati, Steve: Harus Siap Serahkan Pada Tuhan
Sapta mengatakan, Pablo telah menyebabkan kerugian akibat dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.
Namun, Sapta belum bisa menaksir jumlah kerugiannya.
"Kemarin sudah (pemanggilan) kedua dia bilang sakit. Saya enggak tahu apakah dia sudah pernah menyicil atau gimana. (Proses penyelidikan) masih berlanjut," ungkap Sapta.
Hotman Paris Minta Polisi Usut Kasus Investasi Bodong Pablo
Pengacara Fairuz A Safiq, Hotman Paris Hutapea meminta kepolisian mengusut kasus-kasus lama Pablo yang lain.
Kali ini mengenai dugaan penipuan yang dilakukan Pablo pada 2017.
Yakni perusahaan milik Pablo, PT Inti Benua Indonesia diadukan melakukan investasi bodong.