Sejarah Indonesia

Pekerjaan Soeharto Sebelum Jadi Jenderal dan Presiden, Siapa Sangka Cuma di Jadi Pegawai Bank Desa

Pekerjaan Soeharto Sebelum Jadi Jenderal dan Presiden, Siapa Sangka Cuma di Jadi Pegawai Bank Desa

Pekerjaan Soeharto Sebelum Jadi Jenderal dan Presiden, Siapa Sangka Cuma di Jadi Pegawai Bank Desa
ist
Ketika sakit bahkan hingga jelang tutup usia, Presiden RI ke-2 Soeharto tak mau lagi bertemu BJ Habibie. 

Peristiwa itu mengakhiri karier Soeharto sebagai juru tulis bank desa.

Cari peruntungan ke Solo dan tentara Belanda

Karena menganggur, Soeharto mencoba peruntungan ke Solo.

Sebab saat itu, seorang teman menginformasikan bahwa Angkatan Laut Belanda sedang mencari juru masak.

Tapi, ternyata begitu sampai di Solo, lowongan yang dimaksud tidak ada.

Dengan kecewa, Soeharto kembali ke Wuryantoro.

Presiden Soeharto
Presiden Soeharto ()

Dia bekerja serabutan, dari ikut membangun langgar sampai membersihkan selokan air, supaya bisa menyambung hidup.

Tidak lama, Soeharto mendengar informasi lowongan kerja lagi.

Kali ini lowongan bergabung dengan Angkatan Perang Belanda (KNIL).

Daripada tidak ada pekerjaan tetap, pada 1 Juni 1940 Soeharto mantap mendaftar sebagai prajurit.

Soeharto mendapat pelatihan kemiliteran yang superkeras.

Tiap hari dari subuh sampai larut malam, tidak henti-hentinya digembleng fisik dan mental.

Soeharto tidak merasa tertekan.

Kehidupan masa kecilnya yang serba tak pasti, justru membuatnya kepincut dengan disiplin keras dan keteraturan yang diajarkan di sana.

Makanya, Soeharto sukses lulus sebagai kadet terbaik di angkatannya.

Selesai pelatihan, Soeharto dikirim ke Batalyon XIII di Rampal, Malang.

Pada 2 Desember 1940, dia diberi gelar kopral.

Kemudian dia dikirim ke Gombong buat menjalani latihan lanjutan. Dan, begitu lulus dinaikkan pangkatnya jadi sersan.

Baru saja menyandang gelar sersan, tahu-tahu Jepang merapat ke Indonesia.

Jepang menyerang Belanda untuk merebut Indonesia.

Belanda kalah, karier Soeharto sebagai prajurit ikut terhenti.

Dia lalu memutuskan pergi ke Yogyakarta, mencari pekerjaan baru.

Presiden Soeharto
Presiden Soeharto (Youtube)

Di Yogyakarta, awalnya Soeharto belajar mengetik supaya punya bekal mencari kerja lain.

Tidak lama kemudian, dia jatuh sakit.

Saat dia sedang memulihkan kesehatannya, dia membaca pengumuman bahwa satuan polisi Jepang, Keibuho, membuka lowongan.

Langsung Soeharto mendaftar.

Diterima di Keibuho, karier Soeharto cepat melesat.

Performanya yang bagus tercium ke mana-mana.

PETA atau Pembela Tanah Air, sebuah kekuatan sosial yang didirikan oleh putra-putri negeri untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, membujuk Soeharto bergabung.

Terdorong rasa patriotisme yang besar, Soeharto setuju dan mulai melakukan "dualisme": tetap jadi anggota Keibuho, namun diam-diam ikut PETA.

Dari PETA inilah karier militer dan politik Soeharto di Indonesia bergulir.

Sampai klimaksnya, dia bisa jadi Presiden ke-2 Rl dan berkuasa selama 32 tahun.

Artikel ini pernah tayang di Majalah Hai edisi 18 Februari 2008

Subscribe Youtube

Baca: Penumpang Lion Air JT-601 Keluhkan Kondisi Pesawat, Begini Tanggapan Pihak Maskapai

Baca: Terima Forum Ormas Katolik, Moeldoko Sepakat Kuatkan Nilai Kebangsaan

Baca: VIDEO: Kebahagiaan Vanessa Angel Pasca Bebas dari Penjara, Senyum Makin Merekah Siap Jemput Rezeki

Baca: Penyerahan 3 Aset ke Pemkot Jambi Ditunda, Ini Sebab Pemprov Jambi Tak Setujui

Baca: Rumah Prabowo Subianto Digeruduk Emak-emak, Ajukan Permintaan Ini: Jangan Khianati Nurani Sendiri

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved