Rawan Serangan Hama Keong Mas dan Tikus, Ini Cara Mengatasinya

Hama keong mas dan tikus masih menjadi momok menghawatirkan bagi petani di Kabupaten Batanghari.

Rawan Serangan Hama Keong Mas dan Tikus, Ini Cara Mengatasinya
Tikus 

Rawan Serangan Hama Keong Mas dan Tikus, Ini Cara Mengatasinya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Hama keong mas dan tikus masih menjadi momok menghawatirkan bagi petani di Kabupaten Batanghari. Selain perkembangan hama ini cukup cepat, pembasmiannya juga membutuhkan waktu lama.

Di Kabupaten Batanghari, ada beberapa kecamatan yang rawan diserang hama keong mas. Di antaranya yaitu Kecamatan Pemayung, Mersam, dan Kecamatan Maro Sebo Ulu.

Ini disampaikan oleh Darwin Nasution selaku Kabid Sarpras Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Batanghari.

"Penyebaran hama ini bisa melalui jalur sungai. Bahkan ada laporan yang kami terima dibawa warga yang memancing menggunakan keong. Keong yang tidak habis itu dibuang hingga berkembang biak," katanya, Senin (1/7).

Baca: 6 SMA di Batanghari Buka PPDB Online, Orangtua Diminta Mengerti Sistem Zonasi

Baca: Dua Tilawah Terbaik Muarojambi Dikirim ke Pontianak, Ini Harapan Besar Bupati Masnah

Baca: Hilal Resmi Nahkodai DPC PDIP Sarolangun

Baca: Bocah 10 Tahun di Bungo Tewas Tenggelam di Galian C, Pemilik Kena Sanksi Adat

Meski belum ada laporan puso akibat serangan hama tersebut, dia mengimbau kepada petani untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah cepat sebagai antisipasi. Penanganan kedua hama itu cukup sulit. Cara konvensional masih menjadi salah satu jalan jitu mengatasinya.

"Disamping mengatasi dengan memberikan obat-obat kimia. Hanya saja ada risikonya bagi para petani," ujarnya.

Pihaknya menyediakan obat pembasmi tikus dan keong emas tersebut. Dan obat-obatan kimia tersebut bisa diperoleh para petani.

"Kami menghimbau para petani yang diserang hama keong mas bisa mengajukan permohonan melalui ketua kelompok tani yang diketahui petigas BP3K dan melampirkan rekomendasi dari PUPT untuk mendapatkan obat-obatan," terangnya.

Menurutnya, penggunaan bahan kimia cukup ampuh mengatasi hama. Tikus dan keong akan mati. Hanya saja, keong yang mati akan meninggal cangkang di area pertanian.

"Cangkang keong ini bisa saja melukai petani," jelasnya.

Lanjutnya, cara tradisional dengan meletakan daun ukuran lebar di area sawah menjadi alternatif. Keong akan berkumpul di bawah daun tersebut.

Baca: Hakim Sakit, Pembacaan Novum Bandar Narkoba Jambi Ditunda Minggu Depan

Baca: Swiss-Belhotel Jambi Luncurkan Swisscheese Cake, Begini Cara Pesannya

Baca: 5 Kecamatan di Bungo Ini Jadi Tempat KKN Mahasiswa Islam se-Sumatera, Malaysia dan Brunei Darussalam

Baca: 50 Lapak Pedagang Pasar Parit Satu Lama Dibongkar, Petugas: Mau Pindah ke Pasar atau ke Rumah

"Nah, petani bisa memungut keong tersebut. Cara ini bisa dilakukan secara rutin. Selain membasmi keong mas dewasa, jangan lupakan telur keong. Ini juga harus dibasmi. Misalnya dengan memasang patok-patok kayu di sawah lalu dipungut," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved