Rilis Terbaru QS World University, Ini 9 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia, Tak Ada Unhas dan Unja?

9 universitas terbaik versi QS Berikut sembilan universitas Indonesia terbaik yang masuk dalam daftar QS World University Ranking:

Editor: Tommy Kurniawan
youtube
Rilis Terbaru QS World University, Ini 9 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia, Tak Ada Unhas dan Unja? 

Rilis Terbaru QS World University, Ini 9 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia, Tak Ada Unhas dan Unja?

TRIBUNJAMBI.COM - Momen penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung di Perguruan Tinggi Indonesia.

Sejak beberapa waktu belakangan, pendaftaran  Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2019 pun sedang bergulir.

Sementara perguruan tinggi swasta juga sedang melakukan seleksi mahasiswa baru.

Baru-baru ini QS World University Ranking merilis pemeringkatan universitas dunia tahun 2019-2020.

Pemeringkatan dilakukan terhadap lebih dari 1.000 universitas di dunia, termasuk Indonesia.

QS World University Ranking merupakan pemeringkatan resmi yang juga dijadikan acuan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI untuk mengukur kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia menuju World Class University atau Universitas Bertaraf Dunia.

9 universitas terbaik versi QS Berikut sembilan universitas Indonesia terbaik yang masuk dalam daftar QS World University Ranking:

1. Universitas Indonesia ( peringkat 296 dunia)

2. Gadjah Mada (peringkat 320 dunia)

3. Institut Teknologi Bandung (331 dunia)

4. Institut Pertanian Bogor (peringkat 601-650 dunia)

5. Universitas Airlangga (peringkat 651-700 dunia)

6. Universitas Padjajaran (peringkat 751-800 dunia)

7. Universitas Bina Nusantara (peringkat 801-1.000 dunia)

8. Universitas Diponegoro (peringkat 801-1.000 dunia)

9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (peringkat 801-1.000 dunia)

Indikator penilaian

QS University Ranking menggunakan enam indikator dalam pemeringkatan yaitu:

1. Reputasi akademik (40%) untuk mengukur unsur akademik secara menyeluruh.

2. Reputasi lulusan (10%) mengidentifikasi performa dan kualitas lulusan universitas di mata para pimpinan perusahaan.

3. Rasio fakultas dan mahasiswa (20%) untuk mengukur komponen yang menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi seperti jumlah tenaga pendidik berbanding dengan jumlah mahasiswa

4. Kutipan jurnal ilmiah (20%) mengukur jumlah kutipan (citation), jumlah publikasi ilmiah serta dampak penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat

Baca: GEMPA HARI INI - Gempa Terjadi di Beberapa Wilayah, Berkekuatan 4,3 hingga 7,7 SR Tasikmalaya-Maluku

Baca: Nikita Mirzani Bakal Dapat Suami Baru? Begini Hasil Penerawangan Roy Kiyoshi: Bakal Dapat Anak Lagi

Baca: Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada Cinta Kilat Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar!

Baca: Berpose Diatas Ranjang dan Pakai Baju Tak Biasa, 10 Lekukan Tubuh Artis Ini Makin Bikin Gerah

5. Fakultas internasional (5%) mengukur jumlah ekspatriat/tenaga pendidik asing di fakultas/perguruan tinggi.

6. Mahasiswa Internasional (5%) mengukur jumlah mahasiswa asing di fakultas/perguruan tinggi.

Tak Ada Nama Unhas

Sayangnya dari rilis terbaru QS World University Rangking tersebut tak ada nama Universitas Hasanuddin (Unhas).

Padahal nama Unhas juga tak pernah keluar dari 10 besar kampus terbaik versi Kemenristekdikti.

Diketahui Kemenristekdikti juga memiliki hasil pemeringkatan perguruan tinggi nasional setiap tahunnya.  Biasanya akan diumumkan di bulan Agustus.

Namun, Kemenristekdikti telah mengumumkan peringkat Perguruan Tinggi (PT) nasional tahun 2018.

Penentuan daftar PTN ini didasari oleh lima komponen yang terdiri dari kualitas SDM, kelembagaan, kegiatan kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan kualitas inovasi. 

Nama Unhas pun berada di urutan ke-8 sebagai kampus terbaik dan mengalahkan Universitas Padjajaran yang masuk 9 kampus terbaik versi QS World University Ranking.

Berikut daftar 14 PTN terbaik non-vokasi versi Kemenristekdikti.

1. Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urutan pertama dengan skor 3,57.

2. Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di urutan ke-2 dengan skor 3,54.

3. Institut Pertanian Bogor

Institut Pertanian Bogor (IPB) berada di urutan ke-3 dengan skor 3,41.

4. Universitas Indonesia

Universitas Indonesia (UI) berada di urutan ke-4 dengan skor 3,28.

5. Universitas Diponegoro

Universitas Diponegoro (UNDIP) berada di urutan ke-5 dengan skor 3,12.

6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berada di urutan ke-6 dengan skor 3,10.

7. Universitas Airlangga

Universitas Airlangga (UNAIR) berada di urutan ke-7 dengan skor 3,03.

8. Universitas Hasanuddin

Universitas Hasanuddin (UNHAS) berada di urutan ke-8 dengan skor 2,99.

9. Universitas Padjadjaran 

Universitas Padjadjaran (UNPAD) berada di urutan ke-9 dengan skor 2,95.

10. Universitas Andalas

Universitas Andalas (UNAND) berada di urutan ke-10 dengan skor 2,88.

11. Universitas Negeri Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berada di urutan ke-11 dengan skor 2,83.

12. Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya (UB) berada di urutan ke-12 dengan skor 2,82.

13. Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berada di urutan ke-13 dengan skor 2,70.

14. Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Malang (UM) berada di urutan ke-14 dengan skor 2,61.

Lima Aspek Penilaian

Terdapat 5 aspek yang dinilai oleh Kemristekdikti dalam proses klasterisasi tahun 2018 ini, yaitu:

1. Aspek Sumber Daya Manusia (bobot 25%)*, dengan indikator: jumlah dosen berpendidikan S3, presentase dosen dalam jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar, dan rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen.

Dari aspek ini, dosen Unhas berjumlah 1.625, dimana 1.010 orang (62.2%) diantaranya bergelar doktor, dan 807 orang (49.7%) memiliki pangkat akademik Lektor Kepala dan Guru Besar.

2. Aspek Kelembagaan (bobot 28%)*, dengan indikator: Akreditasi Institusi, Akreditasi Program Studi (keduanya oleh BAN-PT), jumlah program studi terakreditasi internasional, jumlah mahasiswa asing, dan kerja sama perguruan tinggi.

Unhas adalah perguruan tinggi yang terakreditasi A secara institusi, memiliki program studi S1 terakreditasi sebanyak 65% dari seluruh prodi, dan memiliki program studi terakreditasi internasional sebanyak 11 program studi.

3. Aspek Kemahasiswaan (bobot 12%)*, dengan indikator: Kinerja kemahasiswaan. Prestasi mahasiswa Unhas cukup membanggakan, dimana pada tingkat nasional terdapat 200 mahasiswa yang mencatat prestasi, dan di tingkat internasional mencapai 144 orang.

Begitu juga dengan capaian di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan ajang resmi Kemristekdikti. Unhas berhasil meloloskan 16 proposal untuk berlomba di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2018 ini.

4. Aspek Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (bobot 30%)*, dengan indikator: Kinerja penelitian, kinerja pengabdian kepada masyarakat, dan jumlah artikel ilmiah terindeks per jumlah dosen.

Untuk meningkatkan kinerja penelitian dan kinerja pengabdian masyarakat, Unhas telah mengalokasikan dana yang signifikan, dimana pada tahun 2017 Unhas telah mencapai 1.569 sitasi artikel terindeks SCOPUS dan menargetkan 1.976 sitasi artikel terindeks SCOPUS.

5. Aspek Inovasi (bobot 5%)*, dengan indikator: Kinerja inovasi. Dilihat dari aspek ini, Unhas memiliki 103 paten, 62 Hak Cipta, dan telah mendaftarkan 32 merek.

Hal ini diimbangi juga dengan pembentukan pusat unggulan inovasi di setiap Fakultas, dimana empat diantaranya telah mencapai tahap kematangan, yaitu: Kluster Inovasi Gula Aren, Insdutrialisasi Garam Rakyat, Pengembangan Rumput Laut, dan Maiwa Breeding Center. Pada tahun 2017 lalu, Unhas mengalokasikan lebih Rp. 21.6 Milyar untuk Dana Inovasi.

(Kompas.com/Yohanes Enggar Harususilo)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved