Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada 'Cinta Kilat' Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar!

Dalam sebuah wawancara, pramugari cantik itu menceritakan jika karena gaji yang rendah membuat ada beberapa pramugari mengambil langkah menyimpang.

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada 'Cinta Kilat' Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar! 

Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada 'Cinta' Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar!

TRIBUNJAMBI.COM - Menjadi seorang poramugari bukan hal yang gampang.

Bukan hanya mementingkan gaji yang besar, namun juga harus menjaga keselamatan penumpang.

Namun, ada juga harus menjaga godaan pria hidung belang saat melakukan perjalanan.

Tak sedikit di beberapa negara aksi pelecehan terjadi anatara pramugari, pilot dan penumpang pesawat.

Sebelumnya, sebuah portal Jepang Shukan Post, pernah mengupas soal ini.

Saat itu ada seorang pramugari asal Jepang mengungkap fakta kelam dunia mereka.

Dalam sebuah wawancara, pramugari cantik itu menceritakan jika karena gaji yang rendah membuat ada beberapa pramugari mengambil langkah menyimpang.

Baca: Berpose Diatas Ranjang dan Pakai Baju Tak Biasa, 10 Lekukan Tubuh Artis Ini Makin Bikin Gerah

Baca: Penampilan Enam Artis Cantik Ini Gunakan Kebaya Transparan Disorot, Disebut Terlalu Seksi

Baca: Penolakan Tak Biasa Gisella Anastasia, Disebut Foto Prawedding dengan Wijin: Itu Foto Biasa Saja!

Baca: Ujian Skripsi, Mahasiswi UI Kaget Bukan Main Ketika Dosen Pengujinya Menteri Keuangan Sri Mulyani

Ia menyebutkan jika ada beberapa yang mau diajak berhubungan intim oleh pilot.

Mereka yang berusia di bawah 30 tahun bisa memasang tarif paling tinggi.

Bahkan untuk melakukan hal itu para pramugari dibantu oleh seorang mucikari wanita.

Nah, ternyat ada kode sendiri dari pilot untuk pramugari yang dipilihnya.

"Pilot biasanya memberi kode dengan tangannya jika dia tertarik bercinta dengan seorang pramugari," kata seorang awak pesawat.

 

Pelacuran sebagai usaha sampingan pramugari ini rupanya sudah menjadi bagian dari sejumlah maskapai penerbangan di Jepang.

Mereka terpaksa melakukannya karena gaji mereka dipotong perusahaan tempat mereka bekerja.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved