Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada 'Cinta Kilat' Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar!

Dalam sebuah wawancara, pramugari cantik itu menceritakan jika karena gaji yang rendah membuat ada beberapa pramugari mengambil langkah menyimpang.

Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada 'Cinta Kilat' Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar!
ist
Pekerjaan Sampingan Pramugari, Ada 'Cinta Kilat' Dibalik Kabin Pesawat, 2 Tahun Dapat Rp 14 Miliar! 

Namun dilaporkan dia adalah pramugari maskapai di Timur Tengah.

Pramugari tersebut sudah dipecat dan dideportasi.

Ilustrasi
Ilustrasi (ist)

Seorang sumber kepada media Arab Saudi, Sada, mengungkapkan:

"Pramugari itu mengakui telah berhubungan intim dengan banyak penumpang selama penerbangan. Dia lebih suka penerbangan jarak jauh antara Negara-negara Teluk dengan Amerika Serikat."

Seorang sumber maskapai mengatakan, perempuan tersebut menetapkan tarif bercinta 1.500 pound atau Rp32 juta untuk sekali berhubungan.

 

Anehnya, ada saja penumpang yang rela membayar tarif sebesar itu.

Kasus serupa juga pernah terjadi pada sebuah maskapai di Tiongkok.

Dikutip dari Oriental Sunday, seorang pramugari bernama Liu Riu Qi juga sempat menggegerkan netizen saat foto-fotonya hubungan intim dengan seorang penumpang beredar.

Kasus in bahkan sempat membuat masyarakat setempat ingin memboikot maskapai tempatnya bekerja karena dianggap lalai menangani kasus ini. 

///

Sementara itu, di Amerika, seorang pramugari mampu meraup 650 ribu Pound atau sekitar Rp 14 miliar selama 2 tahun setelah melayani hubungan badan bagi penumpang pesawat.

Hubungan badan biasa dilakukan di dalam toilet pesawat.

Kegiatan terlarang perempuan kru pesawat itu berlangsung tanpa diketahui kru lain hingga akhirnya dia tertangkap basah usai berhubungan badan di toilet.

Akhirnya, sang pramugari itu dipecat.

Tidak disebutkan pasti nama maskapai penerbangan tersebut.

Namun dilaporkan pada Juli 2017, dia adalah pramugari maskapai di Timur Tengah.

Pramugari tersebut sudah dipecat dan dideportasi.

Seorang sumber kepada media Arab Saudi yang berbahasa Inggris, Sada, mengatakan:

"Dia (pramugari) mengakui telah berhubungan badan dengan banyak penumpang selama penerbangan. Dia lebih suka penerbangan jarak jauh antara Negara-negara Teluk dengan Amerika Serikat."

14102015_pramugari
14102015_pramugari (Net)

Seorang sumber maskapai mengatakan, perempuan tersebut menetapkan tarif hubungan esek- esek sebesar 1.500 Pound (Rp 32 juta) untuk sekali berhubungan badan.

Ada saja penumpang yang rela membayar tarif sebesar itu.

Para penumpang pesawat mungkin banyak yang heran saat melihat hubungan para pilot dan pramugari pesawat komersil tampak begitu mesra.

Tidak usah heran melihat `kemesraan' antara mereka. Cemburu sih boleh-boleh saja, toh pada umumnya mereka, para pilot dan pramugari itu, ganteng dan cantik-cantik.

Para pilot dan pramugari sebagai awak pesawat sejatinya merupakan personel perusahaan yang berkualifikasi di bidangnya.

Untuk itu, mereka telah mengikuti aturan dan jenjang pendidikan termasuk tata cara dan perilaku saat bertugas.

Hubungan yang baik dan profesional sangat diperlukan demi kelancaran tugas dan untuk itu telah ada ketentuan.

Tujuannya agar sinergi penugasan antara pilot dan pramugari terjalin dengan baik dan tentunya untuk meningkatkan keselamatan terbang dan kerja.

Sinergi itu salah satunya termasuk tugas pramugari `menengok'pilot yang sedang bertugas.

Hal ini perlu dipahami bahwa menengok pilot yang sedang bertugas dan kadang membawa minuman dan makanan kecil buat pilot memang salah satu tugas pramugari (awak kabin) yang disebut Cockpit Visit.

Kegiatan ini sudah diatur dalam ketentuan International Civil Aviation Organisation (ICAO) dan juga diterjemahkan oleh semua operator penerbangan untuk dilaksanakan.

Ditinjang dari segi kesehatan, seseorang yang bertugas dalam ruang ber-AC dan high-altitude (berada di ketinggian) akan mengalami dehidrasi selain efek manusia itu sendiri dan mesin pesawat (man and machine Interference).

Berdasar hasil survei kesehatan telah disimpulkan bahwa seorang pilot yang sedang bertugas memerlukan cairan tubuh sebanyak 200 cc setiap 30 menit.

Bila pasokan ini terganggu sang pilot akan mengalami dehidrasi, untuk itu perlu minuman.

Selain itu, maksud diadakannya Cockpit Visit oleh awak kabin juga untuk mengecek apakah tugas awak kokpit dalam kondisi baik, normal, sesuai dengan ketentuan dan well being (baik-baik saja serta sehat).

Dengan demikian supaya tercipta kondisi well being tadi dan bila diperhatikan menu yang disajikan kepada awak kokpit akan berbeda dengan menu penumpang.

Dalam hal ini penumpang memang tidak boleh cemburu. Ini bukan masalah diskriminasi tetapi kembali kepada masalah keselamatan kerja.

Seorang pilot memerlukan kalori sebanyak 600 kalori setiap terbang dua jam, antara dua hingga lima jam perlu kalori 1.200 dan lebih dari lima jam perlu kalori 1.800.

Oleh karena itu menu yang dapat disajikan adalah dalam bentuk light meal atau heavy meal sesuai kebutuhan kalorinya.

Namun juga masih ada ketentuan lain bahwa penyajian makanan buat pilot setiap kali tidak lebih dari 1.000 kalori.

Selain itu pilot juga dilarang untuk mengonsumsi makanan sisa penumpang terutama dessert-nya.

Maka demi menjamin keselamatan terbang bagi pilot dan kopilot, pramugari tampak beberapa kali keluar masuk kokpit.

Asal kita tahu, semua aturan penugasan, hak, kewajiban, termasuk tata cara, sopan santun, dan mengatasi keadaan darurat telah tercantum dalam buku Pedoman Awak Pesawat.

Buku ini wajib dimiliki oleh setiap maskapai penerbangan dan wajib hukumnya dilaksanakan.

Perlu juga diketahui, selepas pintu pesawat ditutup dan siap tinggal landas, tanggung jawab keselamatan penerbangan ada pada Captain In Command (CIP) atau Kapten Pilot.

Sedangkan awak kabin adalah komandan evakuasi keselamatan bila terjadi keadaan darurat, meskipun sebagian penumpang masih menganggap sebagai pelayan penerbangan.

Untuk itu setiap penumpang wajib menaati petunjuk yang diberikan baik oleh awak kokpit maupun awak kabin demi tercapainya tujuan semula: Mengantar penumpang sampai ketujuan dengan aman dan selamat.(Moh. Habib Asyhad/intisari.com)

Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved