Jika Hasilnya Kalah di Sidang MK, Jubir BPN Prediksi Masa Depan Politik Prabowo, Ikut Pilpres 2024?

Proses sengketa hasil Pilpres 2019 masih di tangan Mahkamah Konstitusi (MK). Baru pada 28 Juni nanti, MK

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Kompas.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

"Kalau bagi gua sekali lagi, nggak ada yang salah, asalkan mereka menjaga value yang mereka perjuangkan, bagi gua yang value-nya mereka selalu ada," kata Faldo Maldini.

Baca: Jadwal Semifinal Piala AFC Zona Asia 2019 Leg 2 antara PSM Makassar vs Becamax Live Streaming MNCTV

Baca: Pengantin Baru Wanita Tewas Usai Berhubungan Badan Maraton 48 Jam Non Stop, Suami Dituduh Membunuh

Faldo Maldini mencontohkan salah satu pernyataan yang sering dilontarkan Prabowo yakni soal kebocoran anggaran.

Menurut Faldo Maldini, jika Prabowo bergabung di pemerintahan Jokowi, Prabowo bisa menyampaikan soal kebocoran anggaran tersebut.

Jika nantinya Prabowo tak bisa mengatasi persoalan kebocoran anggaran itu, menurut Faldo Maldini, Prabowo pun layak untuk dikritik.

Faldo Maldini kemudian melanjutkan, banyak warganet men-judge tanpa banyak tahu kejadian yang sebenarnya.

Karena itu, Faldo Maldini meminta agar seseorang tak mudah untuk men-judge seseorang.

Prabowo tak akan menang di MK

Sebelumnya, Faldo Maldini mengatakan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 Prabowo-Sandi tak akan menangkan sengketa Pilpres 2019.

Beberapa orang berspekulasi bahwa Faldo Maldini mengatakan hal itu sebab dirinya gagal mendapatkan kursi di pemilihan legislatif.

Menanggapi hal itu, Faldo pun membantah dan menjelaskan alasan ia mengatakan kubu 02 tak akan menangkan sengketa Pilpres 2019.

Dikutip TribunWow.com dari tayangan YouTube Official iNews, Selasa (19/6/2019), mulanya Faldo ditanya apakah alasannya menuturkan Prabowo tak menang di MK karena gagal di pemilihan legislatif (pileg).

Baca: LIVE STREAMING Kompas TV, AIMAN Malam Ini Rusuh Pasca Pilrpres, Apa Yang Dituju? Mulai 20.00 WIB

Menanggapi hal itu, Faldo membantah dan mengaku tak peduli dengan opini tersebut.

"Menurut saya kejauhan, karena game-nya itu adalah kan kolektif orang mungkin anggap saya ini enggak lolos ya," ujar Faldo.

"Sadar dan enggak sadar, perolehan kursi PAN itu kuat sekali, ini kita bernegara begitu, berpolitik itu begitu, bahwa yang diitung bukan Pileg ya, bukan suara Faldo, bukan Bang Fadli tapi suara PAN," ungkapnya.

Ia mengatakan kerja politisi tak sebatas berebut kursi di pemerintahan.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved