Dua Pendaki Gunung Kerinci Mau Terjun dari Puncak, Kerinci Aero Club Angkat Bicara

Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di Sumatera. Namun apa jadinya jika ada pendaki yang terjun dari puncak atap Sumatera tersebut.

Dua Pendaki Gunung Kerinci Mau Terjun dari Puncak, Kerinci Aero Club Angkat Bicara
IST
WNA asal Australisa mendaki Gunung Kerinci 

Dua Pendaki Gunung Kerinci Mau Terjun dari Puncak, Kerinci Aero Club Beri Penjelasan Sebenarnya

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di Sumatera. Namun apa jadinya jika ada pendaki yang terjun dari puncak atap Sumatera tersebut.

Kedua pendaki yang akan terjun, yakni Budi dari Kerinci Aero Club, dan Roni yang merupakan pendaki asal Jakarta. Upaya tersebut, bukanlah aksi bunuh diri, namun aksi kedua pendaki ini menggunakan parasut paralayang.

"Rencana terjunnya besok pagi. Hari ini tim yang beranggotakan 10 orang, mulai melakukan pendakian," kata Hendra Noval, dari Kerinci Aero Club, Jumat (21/6).

Atraksi terbang dari Gunung Kerinci ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya Mr Jason, yang diketahui berasal dari Australia, bersama dua rekannya yakni Eri Suseno yang berasal dari Sumatera Barat, bersama dengan Rubby yang berasal dari Surabaya, sudah terjun perdana beberapa bulan lalu.

Baca: KPU Sarolangun Digugat Partai Demokrat ke MK, Ini Masalah yang Jadi Sengketa

Baca: Raja Salman Beri Tambahan Kuota Haji 10 Ribu, Sarolangun Dapat Jatah 9 Orang

Baca: Ini Alasan Casidy Tolak Divonis PN Jambi, Sebut-sebut Nama Istri

Baca: Pasokan Bergantung dari Sumbar, Tingkat Konsumsi Ikan Warga Merangin Masih Rendah

Baca: VIDEO: Viral, Saksi BPN Sebut Jalan di Boyolali Tak Beraspal Tempuh 3 Jam dari Teras ke Juwangi

Mewakili komunitas paralayang di Kerinci dan Sungai Penuh, Hendra berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap olahraga paralayang di Kerinci dan Sungai Penuh ini.

“Di mata pilot asing, Gunung Kerinci sangat menarik dijadikan lokasi hiking play. Belum lagi spot lain, yang bisa menjadi lokasi penerjunan. Kerinci unik, dari arah mana saja bisa terbang paralayang. Berbeda dengan daerah lain, yang tergantung arah angin,” jelas Hendra.

Pemkab Kerinci, bisa mengemas olahraga paralayang ini dengan konsep wisata, misalnya dengan membuat even festival Gunung Kerinci.

“Ini juga memberikan pembelajaran kepada pendaki. Kalau naik ke Gunung Kerinci tidak harus sampai di puncak,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved