Pilpres 2019

Analisis Mahfud MD dan Refly Harun, MK Bisa Diskualifikasi Pemenang dengan Syarat Seperti Ini

Pasal 227 UU No 7 tahun 2017 mengatur tentang persyaratan yang harus dilengkapi oleh Capres/Cawapres pada Pilpres 2019.

Analisis Mahfud MD dan Refly Harun, MK Bisa Diskualifikasi Pemenang dengan Syarat Seperti Ini
Capture Breaking iNews
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun. 

Menurut Refly Harun, apakah kemudian tafsir yang limitatif, restriktif, terbatas dan tekstual (dari kubu 01) yang akan dipakai, atau tafsir yang sismatis, eksentif, dan luas (kubu 02) yang akan dipakai oleh MK dalam memutus perkara ini?

"Kubu 01 gunakan tafsir yang sempit, kubu 02 gunakan tafsir yang luas dan sistematis. Jadi tidak hanya melihat UU BUMN, tapi lihat UU Keuangan Negara, UU Pemberantasan Korupsi dan UU Pemeriksaan Keuangan," katanya.

Mahfud MD
Mahfud MD (Instagram @mohmahfudmd)

Yang jelas, kata Refly, segala keputusan memiliki konsekuensi.

Jika MK nantinya mengacu pada tafsir yang dibangun kubu 01, yaitu tekstual, terbatas, dan limitatif, maka semua anak perusahaan BUMN itu tidak akan dianggap BUMN dan boleh berpolitik, tidak menjadi objek BPK, dan tidak objek KPK.

MK Diskualifikasi Pemenang Pilkada

Dalam pandangan Refly Harun, ada dua persoalan besar.

Persoalan pertama terkait menang kalah dari Paslon 01 dan Paslon 02. Ini penting selali bagi mereka.

"Apalagi di mereka ada preseden diskualifikasi dari calon yang tidak memenuhi syarat. Itu terjadi dalam konteks pilkada (di Bengkulu Selatan)," ujar Refly Harun.

Tetapi, dalam konteks gugatan Pilpres belum ada pasangan yang didiskualifikasi karena gugatan Pilpres tahun 2004, 2009, dan 2014 ditolak oleh MK.

"Dalam konteks Pilkada tidak hanya doktrin TSMS saja (selain hitungan). Tapi, tidak terpenuhinya satu sebab bisa menjadi sebab terjadinya diskualifikasi, yang terjadi untuk Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, didiskualifikasi," ujar Refly Harun.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved