Bahaya Smartphone 'Setan Gepeng' Pada Keluarga Anda, Jangan Sampai Menyesal!
Masing-masing memegang gawai atau ponsel pintar (smartphone). Mata mereka tampak serius memandangi layar gawai. Jari jemari kecil bergerak ke kanan
Bahaya Smartphone 'Setan Gepeng' Pada Keluarga Anda, Jangan Sampai Menyesal!
TRIBUNJAMBI.COM, SEMARANG - Sekelompok anak tengah duduk di depan satu rumah di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Masing-masing memegang gawai atau ponsel pintar (smartphone).
Mata mereka tampak serius memandangi layar gawai.
Jari jemari kecil bergerak ke kanan dan kiri memencet tombol di layar ponsel.
Baca: Aura Kasih Sudah Melahirkan, Ternyata Aura Ngejar Model Eryck Amaral, Usia Jauh Muda
Baca: Ingat Arya Permana, Bocah yang Alami Obesitas? Sudah Kurus Namun Ingin Jalani Operasi Gelambir Kulit
Baca: Bidan Cantik Lakukan Adegan Nakal Saat Video Call dengan Pacar, Pakai Timun, Screenshot Menyebar!
Anak-anak itu tampak lihai memainkan game online (permainan daring) yang ada di ponsel mereka.
"Waduh, nggonku ngelag iki (punyaku eror)," teriak seorang anak dengan mata yang tidak beralih dari layar ponsel.
Mereka pun tetap diam seolah-olah tidak mendengar saat ditanya. Serius, memainkan game online.
Anak-anak tersebut sengaja berkumpul di satu rumah yang dekat dengan menara Base Transceiver Station (BTS) satu provider telepon seluler.
Alasannya, agar sinyal lancar sehingga permainan game tidak terganggu.
Free Fire, PUBG, dan Mobile Legends merupakan beberapa game online yang kerap dimainkan.

Luki (9) siswa kelas 3 SD telah mengenal game online sejak usia 6 tahun. Awalnya, ia melihat kakaknya bermain game di ponsel.
Beberapa kali ia mengamati kakaknya itu hingga ingin mencoba dan mempraktikannya sendiri.
Lama-lama ia sering meminjam ponsel kakaknya itu untuk bermain.
"Awalnya pakai handphone (gawai) kakak, terus setelah itu beli, ini punya sendiri," ucapnya.