Sejarah Indonesia

Nasib KSAU Jenderal Loyalis Soekarno yang Pernah Nyalip Soeharto, Hidup di Penjara Puluhan Tahun

Diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di usia yang relatif muda, sosok Omar Dhani yang pendiam sempat memicu gejolak

Nasib KSAU Jenderal Loyalis Soekarno yang Pernah Nyalip Soeharto, Hidup di Penjara Puluhan Tahun
Kolase/Wikipedia
Jenderal Soeharto dan KSAU Marsekal Madya Oemar Dhani 

Atas desakan sejumlah perwira dari angkatan lain dan tanggung jawab pribadi, Suryadharma kemudian memilih mengundurkan diri.

Kontroversi penyebab gugurnya Yos Sudarso sendiri tetap menimbulkan polemik hingga saat ini.

Pasalnya AURI yang saat itu tidak dilibatkan dalam operasi rahasia tersebut merasa dikambinghitamkan.

Omar Dhani yang bersifat lembut diangkat oleh Presiden Soekarno menjadi KSAU dan meneruskan kiprah AU mendukung Operasi Trikora.

Karena sifatnya yang pendiam tersebut ditambah usianya yang masih relatif muda saat menjadi puncak pimpinan AU, banyak kontroversi seputar dirinya.

Kontroversi itu makin menjadi rumor yang berkepanjangan karena terus disulut kasus tenggelamnya KRI Matjan Tutul (650) yang tidak berkesudahan.

Di satu sisi satuan lain terus memojokkan AURI karena terlambat memberikan perlindungan udara terhadap konvoi Matjan Tutul.

Sebaliknya, Omar Dhani terus berusaha menyadarkan adanya ketidakberesan koordinasi ketika operasi rahasia yang melibatkan empat kapal perang ALRI itu digelar.

Baca: Luna Maya dan Pengusaha Malaysia Faisal Nasimuddin Kepergok Lagi Berada di Bali, Ngapain Ya?

Baca: Siapa Sebenarnya Trio Mallarangeng, Pembisik Dua Presiden, SBY Hingga Megawati Soekarnoputri ?

Baca: Dituding Tak Menangkan 02, Jansen Sitindaon Sentil Fakta TPS Sandiaga Uno, Yang tak Serius Siapa?

Yang unik, Omar Dhani tetap loyal kepada Soekarno meskipun presiden ini pernah menyalahkan AURI (Suryadarma) terkait dengan tragedi tenggelamnya Matjan Tutul.

Maka tak mengherankan jika oleh para pendukungnya, ia disebut sebagai loyalis sejati terhadap Bung Karno .

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved