Mantan Hakim MK Sebut Kubu Prabowo-Sandi Terlalu Memaksa Untuk Jadi Pemenang Pilpres 2019

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siaahan mengatakan kubu Prabowo-Sandi, terlalu berambisi untuk diakui sebegai pemenang pilpres 2019

Mantan Hakim MK Sebut Kubu Prabowo-Sandi Terlalu Memaksa Untuk Jadi Pemenang Pilpres 2019
Instagram @indonesiaadilmakmur
Prabowo Subiyanto dan Sandiaga Uno 

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Hakim MK atau Mahkamah Konstitusi , Maruarar Siaahan mengatakan kubu  Prabowo-Sandi, terlalu berambisi  untuk diakui sebegai pemenang pilpres 2019.

Hal ini diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam perbicangan melalui saluran Youtube milik juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Ruhut Sitompul, Minggu (2/6/2019).

"(Kubu 02) Hendak meyakinkan rakyat Indonesia bahwa mereka adalah pemenang, dan kemudian mengatakan kalau kalah tidak ke MK," ujar Maruarar.

Baca: Hasil Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2019 atau Idul Fitri 1 Syawal 1440 H Rabu 5 juni 2019

Baca: Hilal Belum Tampak, NU Tetapkan 1 Syawal 1440 H Jatuh Pada Hari Rabu, 5 Juni 2019

"Kita mengatakan bahwa mereka membangun kondisi di mana ada suatu ketidakpercayaan terhadap MK," lanjutnya.

"Karena itu kemudian ketika kita melihat ini, kita mendapat kesan bahwa sebenarnya mereka ingin juga memaksakan kehendaknya dan paling menyedihkan banyak di antara pendukung calon 02 adalah anggota DPR, yang di masa itu mereka masih menjabat dan mereka itu kan menaruh sumpah jabatan dan mereka akan menjunjung tinggi Undang-undang Dasar 45," ujar Maruarar.

Baca: KESAL Dibangunkan Untuk Salat Ashar, Wanita Ini Bunuh Ayah Kandung, Korban Alami Luka Tusuk

Baca: Ifan Seventeen Siap Beri Klarifikasi Soal Video Diigrebek Mbah Mijan Benarkan namun Tidak Berlanjut

Sedangkan ia juga menyoroti permohonan kubu 02 kepada MK satu di antaranya yang meminta agara tak hanya pilpres, yang dibatalkan hasilnya.

"Supaya menyatakan hasil perolehan suara untuk pemilu presiden, tetapi berikut lagi, pemilu presiden, DPRD dan DPD dinyatakan batal," ujarnya.

"Maka yang diminta oleh pengacara adalah sepanjang mengenai pemilihan presiden akibat dari itu dia minta pemilihan ulang."

Menurutnya, apabila dikatakan batal, maka tidak sinkron dengan permohonan pada poin lainnya.

Baca: KETEGANGAN di Bandara Komoro, Paskhas TNI-AU Kokang Senjata Vs Pasukan Multi, Begini Kisahnya

Baca: Imam Masjidil Haram Sudah Khatam Alquran, Kemungkinan Besar Besok Idul Fitri di Arab Saudi

"Saya kira ini adalah sesuatu yang boleh dikatakan agak ekstrem ya. (harusnya) fokus kepada TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif) dan kemudian MK harus menyatakan pasangan calon nomor urut 02 sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, karena di awal dia sudah menyatakan batal semua pemilu, jadi apa dasar MK?," tanya Maruarar.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved