Pilpres 2019

Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo

Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo

Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo
(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017). 

Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo

TRIBUNJAMBI.COM,  JAKARTA - Usai pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hingga kini masih menyimpan hawa panas politik di negeri ini.

Dimulai saling adu klaim kemenangan antara Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi, Paslon 02 sesaat setelah hari pencoblosan (17 April), dengan berbekal hasil perolehan suara penghitungan masing-masing kubu.

Pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul mengatakan, untuk membuat kondisi politik menjadi dingin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirim Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk menemui capres Prabowo Subianto.

“Puncaknya, keputusan pemenang Pilpres 2019 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tgl 21 Mei 2019, yang memenangkan paslon 01 berujung Aksi 22 Mei. Aksi damai yang berbuntut kekisruhan itu, menurut polisi diduga ditunggangi pihak ketiga. Efeknya membuat situasi politik tak kunjung reda. Masih panas, malah aksi 22 Mei dijadikan komoditas oleh oknum elit politik, untuk berlanjut saling serang argumentasi,” ujar Adib dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/5/2019) .

Untuk kedua kalinya, Presiden Jokowi atas inisiatif dirinya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), hasilnya mengutus JK bertemu dengan Prabowo Subianto pada Kamis (23/05/2019) malam.

Hasilnya hampir sama, kondisinya tak jauh berbeda dengan diplomasi yang dilakukan LBP.

Malah, Jokowi mengaku belum mengetahuinya tentang hasil pertemuan itu, karena belum bertemu dan berkomunikasi dengan JK.

“Kondisi politik saat ini hanya tertumpu pada tokoh sentral, yaitu Jokowi dan Prabowo. Pertemuan keduanya diyakini bisa menjadi obat mujarab untuk menyudahi rivalitas yang mengancam pada perpecahan anak bangsa. Jokowi dan Prabowo bertemu, membuat sedikit pernyataan kepada rakyat Indonesia, maka selesai sudah sengkarut politik ini,” ungkapnya.

Baca: Tangis Sedih Ani Yudhoyono Disebut Pura-pura Sakit Diungkap SBY Ketika Jalani Perawatan Kanker Darah

Baca: Ramalan Cinta Zodiak Rabu (29/5) - Scorpio Single Bermain dengan Pesonamu, Ambil Keputusan Leo!

Baca: SEPASANG Pelajar Melakukan Hubungan Intim, Mengejutkan Si Cewek Mengaku Sudah Senior di Ranjang

Baca: Reaksi Kesal Luna Maya Lihat Istri Reino Barack Dinyinyirin Sosok Ini Usai Syahrini Isi Acara Shopee

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) ()

Menurutnya, Presiden Jokowi mempunyai kartu truf yang bisa menjembatani konflik politik saat ini.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved