Pilpres 2019

TKN dan KPU Harus Waspada Sepak Terjang Bambang Widjojanto Pengacara 02 di MK, Prabowo Bisa Menang!

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin mesti mewaspadai sepak terjang Bambang Widjojanto pengacara Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto

TKN dan KPU Harus Waspada Sepak Terjang Bambang Widjojanto Pengacara 02  di MK, Prabowo Bisa Menang!
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo mendatangi Mahkamah Konstitusi dari pintu belakang di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019) malam. 

TKN Jokowi dan KPU Harus Waspadai Sepak Terjang Bambang Widjojanto Pengacara 02  di MK, Prabowo Bisa Menang!

TRIBUNJAMBI.COM - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin mesti mewaspadai sepak terjang Bambang Widjojanto pengacara Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bambang Widjojanto merupakan Ketua Tim Hukum capres-cawapres Prabowo Subinato-Sandiaga Uno untuk gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Nama Bambang Widjojanto tak asing lagi, pengacara yang juga mantan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini memiliki rekam jejak pernah menang di gugatan MK.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir menyebutkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kubu capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mewaspadai sepak terjang Bambang Widojanto (BW).

Hal itu berkaca pada pengalaman BW saat menghadapi gugatan sengketa hasil pilkada di MK sebelumnya.

"KPU dan TKN perlu mewaspadai sepak terjang BW di persidangan, karena BW dikenal piawai membuat berbagai trik untuk memenangkan sengketa Pilkada di mana salah satunya dengan cara menghadirkan saksi palsu," kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Baca: Hasil Putusan MK Final, Prabowo Bisa Menangkan Pilpres Lewat Adu Dokumen, Ini Kata 3 Pakar Hukum

Baca: Sosok Pengacara yang kembali dampingi KPU, Pernah Kalahkan Prabowo Subianto di Mahkamah Konstitusi

Inas Nasrullah Zubir mengungkit kasus saksi palsu yang pernah menjerat BW dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di MK pada 2010.

Bambang Widjajanto dan Yusril Ihza Mahendra
Bambang Widjajanto dan Yusril Ihza Mahendra (Kolase Tribunnews.com)

Saat itu, BW menjadi kuasa hukum calon bupati-wakil bupati Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.

Namun, BW baru ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut pada awal 2015 atau saat menjadi pimpinan KPK.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved