Petugas Amil Zakat

Kemenag Sarolangun Wajibkan Petugas Amil Zakat Punya SK dari Kepala Desa dan Lurah

Kemenag Sarolangun Wajibkan Petugas Amil Zakat Punya SK dari Kepala Desa dan Lurah

Kemenag Sarolangun Wajibkan Petugas Amil Zakat Punya SK dari Kepala Desa dan Lurah
IST
Kemenag Sarolangun Wajibkan Petugas Amil Zakat Punya SK dari Kepala Desa dan Lurah 

Kemenag Sarolangun Wajibkan Petugas Amil Zakat Punya SK dari Kepala Desa dan Lurah

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun, bersama Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sarolangun dan Pemkab Sarolangun, serta tokoh agama hingga ormas Islam, melakukan rapat koordinasi penetapan standar zakat fitrah 1440 H/2019 M.

Kepala Kemenag Sarolangun, H M Syatar mengatakan, sesuai hasil rapat koordinasi di kementrian agama tersebut di tetapkan beberapa hal. Diantaranya Badan Amil Zakat (Petugas zakat) yang dibentuk pada masing-masing tempat agar ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah.

Baca: Kemenag Sarolangun Tetapkan Standar Zakat Fitrah 1440 H, Ini Besarannya

Baca: Dibuka Gunernur Jambi, BKOW Gelar Bazar Ramadhan Selama 5 Hari, Ini Waktunya

Baca: #rindukampunghalaman Lion Air Beri Diskon Harga Tiket hingga 50 Persen, Ini Syarat & Ketentuannya!

Pembentukan panitia amil zakat harus disahkan oleh Kepala Desa atau Lurah bertujuan agar petugas ini tidak sembarangan dan tidak bisa langsung pegawai syarak.

Untuk itu, petugas amil, paling tidak memiliki surat tugas dari kepala desa atau lurah.

"Pembayaran zakat fitrah dianjurkan melalui petugas amil zakat yang resmi karena masih ada masyarakat kita itu yang ngantar ke guru ngaji, padahal kita menghindari pemerataan bagi penerima zakat," katanya.

Baca: Belum Ada Petunjuk, DPRD Kabupaten Merangin Terancam Tidak Terima THR

Baca: Ramadhan dan Idul Fitri, ACE Hardware Berikan Diskon Hingga 50 Persen, Ada Juga Paket Parcel Lebaran

Baca: Pelaku Mutilasi Wanita di Malang, Akui Berniat Lakukan Hal Ini ke Korban, Bukan Ingin Membunuhnya

Untuk pemberian zakat fitrah ini, katanya mulai sekarang masyarakat sudah boleh, akan tetapi biasanya seminggu sebelum lebaran masyarakat sudah mulai memberikan.

Tentunya pemberian zakat fitrah ini jangan sampai nanti setelah salat Idul Fitri, karena itu akan dianggap jadi sedekah.

Baca: Ratusan Narapidana di Lapas Muara Bulian, Diusulkan Mendapat Remisi Khusus Lebaran

Baca: UPDATE Kasus Mutilasi Vera Oktaria, Pria Mirip Prada Deri Pramana Dipergoki Bawa Seragam Tentara

"Zakat ini adalah salah satu rukun islam, para ulama mengatakan tidak sampai amal puasa kita kepada Allah, kalau kita tidak mengeluarkan zakat, itu pentingnya zakat fitrah. Mensucikan harta serta mengharapkan berkah dari Allah SWT," katanya.

Kemenag Sarolangun Wajibkan Petugas Amil Zakat Punya SK dari Kepala Desa dan Lurah (Wahyu Herliyanto/Tribun Jambi)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved