Ferdinand Hutahaean Ungkap Internal Demokrat Hitung Prabowo Unggul, Tapi Bukan di Angka 62 Persen

Ditegaskannya, mengenai tuduhan meragukan angka 62, pihaknya bukan bermaksud mendelegitimasi klaim Prabowo melainkan membantu Prabowo

Ferdinand Hutahaean Ungkap Internal Demokrat Hitung Prabowo Unggul, Tapi Bukan di Angka 62 Persen
(Youtube channel CNN Indonesia)
Ferdinand Hutahaean 

Ferdinand Hutahaean Ungkap Internal Demokrat Hitung Prabowo Unggul, Tapi Bukan di Angka 62 Persen

TRIBUNJAMBI.COM-Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dari awal mengklaim hasil Pilpres dengan keunggulan 02 di angka sekitar 62 persen.

Semakin mendekati jadwal pengumuman resmi KPU yang diatur pada 22 Mei nanti, hasil hitung sementara pasangan 01 unggul cukup jauh dari 02.

Jubir 02 Ferdinand Hutahaean yang juga politisi Demokrat ungkap perolehan suara Prabowo-Sandiaga yang ditemukan Partai Demokrat ternyata berbeda dengan klaim yang disebutkan saat deklarasi kemenangan Prabowo-Sandiaga.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Badan Nasional Pemenangan (BPN) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean.

Beda Klaim Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean Bongkar Angka Kemenangan 62 Persen, Ungkap Sebenarnya
Beda Klaim Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean Bongkar Angka Kemenangan 62 Persen, Ungkap Sebenarnya (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
 

Karena hal tersebut, kata Ferdinand, lantas Demokrat sering mengeluarkan pernyataan mengenai dari mana angka klaim kemenangan 62 persen Prabowo-Sandi.

Presiden Jokowi Tanggapi Video Viral Hermawan Susanto Ancam Penggal Kepalanya, Simpati?

Syarat Melihat Rambut yang Diklaim Milik Nabi Muhammad SAW di Rumah Opick, Ada 4, Cukup Mudah

VIDEO: Ustaz Abdul Somad Pertanyakan Penangkapan Terkesan Tebang Pilih, Dijawab Tito Karnavian

Niat Puasa Ramadan 1440 Hijriyah dan Bacaan Niat Makan Sahur Lengkap dengan Bahasa Arab

Ngoceh Penggal Jokowi, Hermawan Dipecat & Terancam Gagal Nikah, Ini Kata Polisi Soal Hukuman Mati

Eggi Sudjana dan Amien Rais Masuk 13 Daftar Tokoh Dikaji Tim Hukum, Eggi Balik Nantang

Cacar Monyet SIngapura Ancam Batam, Hati-hati, Ini Gejala dan Cara Penularan, Beda dari Cacar Air

Dikutip TribunWow.com dari saluran Youtube CNN Indonesia, Sabtu (11/5/2019), Ferdinand mengatakan bahwa di Partai Demokrat data kemenangan kubu 02 berkisar di angka 54 hingga 56 persen, dan bukan 62 persen.

Ia juga mengatakan sebenarnya ditemukannya data berbeda tersebut menjadi diskusi internal, namun, mantan kader Demokrat Andi Arief telah mecuitkan di media sosial.

"Jadi memang di internal kami ada diskusi bagaimana memperkuat kemenangan Pak Prabowo tetapi karena di internal itu, agak meragukan klaim 62 persen karena di internal kami itu Pak Prabowo bukan 62 tetapi antara 54 sampai 56 persen, sebetulnya ini diskusi internal tapi keburu meletup karena cuitan kolega kami di partai, ini enggak apa apa," ujar Ferdinand.

Ditegaskannya, mengenai tuduhan meragukan angka 62, pihaknya bukan bermaksud mendelegitimasi klaim Prabowo melainkan membantu Prabowo untuk membuktikannya.

"Jadi bukan tujuan kami mendelegitimasi klaim kemenangan Pak Prabowo, tetapi memperkuat karena kita tidak ingin Pak Prabowo yang sudah mendeklarasikan diri menang 62 persen kemudian tidak mampu membuktikannya ini yang kami tidak mau," ungkapnya.

"Maka di kami ada pertanyaan terus siapa yang memasok data ini, itulah kemudian Andi Arief mencuit ya, di luar dugaan memang Andi Arief ya."

Ferdinand lalu mengatakan dari cuitan Andi Arief tersebut lalu berbalaslah dengan Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen hingga Wakil Ketua Gerindra, Arief Puyuono.

Diketahui Arief Puyuono bahkan menyuruh Demokrat untuk keluar dari koalisi lantaran dianggap tidak konsisten.

"Sebetulnya bagi kami Arief Puyuono ini tidak terlalu kami pikirkan secara serius."

Ferdinand menuturkan, yang diseriusi oleh pihaknya adalah tudingan Arief Puyuono mengenai Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dituding terlibat kasus korupsi.

"Tetapi tuduhannya terkait masalah hukum di KPK itu yang membuat kami sedikit menjadi sedikit harus serius, tetapi tuduhan meminta kami keluar koalisi kami tidak gubris tetapi bagi kami, ya mohon maaf Arief Puyuono ini kami mempertanyakan siapa sih sebetulnya?," tanya Ferdinand.

BPN Ungkap Sumber Klaim Kemenangan Prabowo

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Vasco Ruseimy kembali blak-blakan soal sumber asal klaim kemenangan paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Presiden Jokowi Tanggapi Video Viral Hermawan Susanto Ancam Penggal Kepalanya, Simpati?

Syarat Melihat Rambut yang Diklaim Milik Nabi Muhammad SAW di Rumah Opick, Ada 4, Cukup Mudah

VIDEO: Ustaz Abdul Somad Pertanyakan Penangkapan Terkesan Tebang Pilih, Dijawab Tito Karnavian

Niat Puasa Ramadan 1440 Hijriyah dan Bacaan Niat Makan Sahur Lengkap dengan Bahasa Arab

Ngoceh Penggal Jokowi, Hermawan Dipecat & Terancam Gagal Nikah, Ini Kata Polisi Soal Hukuman Mati

Eggi Sudjana dan Amien Rais Masuk 13 Daftar Tokoh Dikaji Tim Hukum, Eggi Balik Nantang

Cacar Monyet SIngapura Ancam Batam, Hati-hati, Ini Gejala dan Cara Penularan, Beda dari Cacar Air

Selain itu, Vasco juga  memperkenalkan sosok lainnya dibalik kemenangan Prabowo-Sandi.

Sosok yang diperkenalkan Vasco yakni Direktur Satgas BPN Prabowo-Sandi, Toto Utomo Budi Santoso.

Hal itu disampaikan oleh Vasco melalui channel YouTube miliknya Macan Idealis, Minggu (12/5/2019).

Awalnya, Vasco menyinggung soal 'setan gundul' yang sempat disampaikan oleh mantan Politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

Diketahui bahwa kabar mengenai 'setan gundul' rampai diperbincangkan lantaran ada yang memberikan informasi salah kepada Capres Prabowo Subianto.

Terkait itu, Vasco lalu meminta tanggapan dari Toto.

"Kan ada yang bilang katanya setan gundul lah yang memperngaruhi, Pak Prabowo menyampaikan bahwa kita menang 62 persen, itu gimana sih pak cerita sebenarnya?" tanya Vasco.

Dengan tegas Toto lantas mengungkapkan dari mana asal klaim kemenangan Prabowo.

Toto mengatakan bahwa klaim kemenangan itu berasal dari data akumulasi satgas yang dibentuk oleh BPN di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Ya itu tadi akumulasi dari masing-masing satgas yang ada di TPS itu," jelas Toto.

"Jadi semua satgas yang ada 1,6 juta itu mengumpulkan semua datanya menggunakan sistem IT berarti gitu ya pak ya?" tanya Vasco kembali.

"Nah, itu dilaporkan ke atas, ke atas, ke atas kita," ujar Toto.

Kemudian Vasco menyinggung soal klaim data kemenangan Prabowo yang juga sempat mencuri perhatian publik.

Klaim kemenangan tersebut diketahui berasal dari pesan singkat atau sms.

Vasco mengatakan bahwa selain dari sms, klaim tersebut juga didukung oleh sistem informasi teknologi (IT) yang memadahi.

"Berarti bukan cuma hanya sms, berati dari semua sistem IT yang cukup," timpal Vasco.

Toto kembali menjelaskan bahwa hal itu dilakukan satgas untuk mengantisipasi jika daerah tertentu tidak bisa melaporkan data yang telah dikumpulkan melalui sms lantaran susah mendapat sinyal.

"Ya dengan ini semua masing-masinglah, kan tidak semua bisa kirim dengan android," kata Toto.

"Oh di daerah yang tidak ada sinyal internetnya ada sms, oke ya, ya, ya," tegas Vasco.

"Ya itu ya valid gitu lo," timpal Toto.

Kembali lagi Vasco mengatakan bahwa hal itu dilakukan supaya pihaknya bisa mengumpulkan data perolehan suara dengan lebih cepat.

Toto juga memaparkan bahwa hingga kini proses tersebut masih dilakukan oleh timnya.

Masih di kesempatan yang sama, sebelumnya Toto menjelaskan bahwa satgas dibentuk juga untuk mendukung kemenangan Prabowo-Sandi.

Kendati demikian, Toto mengaku bahwa pembentukan satgas juga mulanya memiliki kendala.

Untuk itu, pihaknya lantas mengakomodir sejumlah organisasi masyarakat (ormas) bebadan hukum supaya ikut menjadi bagian dari kemenangan Prabowo-Sandi.

"Tapi karena waku, biaya, dan kendala lainnya, maka saya dengan teman-teman di direktorat satgas itu saya putuskan untuk mengakomodir ormas-ormas berbadan hukum itu untuk kita kategorikan sebagai satgas," jelas Toto.

"Itu sekaligus memberikan penjelasan bedanya dengan relawan," sambungnya.

Terkait itu Toto lantas menjelaskan tugas dari satgas tersebut.

"Jadi gini tugas pokok fungsi mengamankan, mengawal setiap TPS itu dari 2 orang, dari awal kita punya tugas itu ya," jelas Toto.

Selain itu, Toto juga memaparkan bagaimana satgas bisa dibentuk untuk berada di tiap-tiap TPS-nya.

Presiden Jokowi Tanggapi Video Viral Hermawan Susanto Ancam Penggal Kepalanya, Simpati?

Syarat Melihat Rambut yang Diklaim Milik Nabi Muhammad SAW di Rumah Opick, Ada 4, Cukup Mudah

VIDEO: Ustaz Abdul Somad Pertanyakan Penangkapan Terkesan Tebang Pilih, Dijawab Tito Karnavian

Niat Puasa Ramadan 1440 Hijriyah dan Bacaan Niat Makan Sahur Lengkap dengan Bahasa Arab

Ngoceh Penggal Jokowi, Hermawan Dipecat & Terancam Gagal Nikah, Ini Kata Polisi Soal Hukuman Mati

Eggi Sudjana dan Amien Rais Masuk 13 Daftar Tokoh Dikaji Tim Hukum, Eggi Balik Nantang

Cacar Monyet SIngapura Ancam Batam, Hati-hati, Ini Gejala dan Cara Penularan, Beda dari Cacar Air

"Kita kan tidak bisa langsung bentuk dari bawah, kita bentuk sekretariat bersama ormas itu ditiap-tiap provinsi, 34 provinsi sudah kita bentuk, kita deklarasikan, diam-diam enggak ada orang yang tahu," ungkap Toto.

"Lalu setelah itu bersama dengan direktorat satgas, sekretariat tingkat provinsi membentuk di seluruh kabupatennya,"

"Setelah itu turunkan lagi ini koordinator kecamatan, itu jadi tanggung jawab kabupaten."

"Koordinator kecamatan di kelurahan sehingga akhirnya ditemukan dua orang di setiap TPS, yang bertugas mengamankan, mengawal, memotret,"    

"Jadi boleh dikatakan kita memiliki 1,6 juta lebih satgas," tandasnya.

*

TONTON VIDEO: VIRAL! Seorang Wanita Naik Motor NMAX Tercebur ke Laut, Lampu Motor Tetap Nyala

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ferdinand Bocorkan Perolehan Suara Prabowo Versi Demokrat: Ternyata Bukan 62 Persen tapi . .

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved