KISAH Hiroo Onoda, Mata-mata Jepang yang 69 Tahun Ogah Takluk ke Sekutu Sampai Ajal Datang

Setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, pada 15 Agustus 1945, Jepang mengumumkan menyerah kepada Sekutu.

KISAH Hiroo Onoda, Mata-mata Jepang yang 69 Tahun Ogah Takluk ke Sekutu Sampai Ajal Datang
The New York Times
Hiroo Onoda 

Setelah dipertimbangkan dengan cermat, mereka menghilangkan selebaran-selebaran itu dan menggunakan untuk menyerang lawan.

“Setiap prajurit Jepang harus siap mati, tapi sebagai seorang perwira intelijen saya diperintahkan untuk melakukan gerilya, bukan untuk mati. Saya harus mengikuti perintah sendiri, sebagaimana saya adalah seorang prajurit,” ujar Onoda.

Hiroo Onoda
 
Hiroo Onoda

Tapi harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Pada 1950, salah seorang sahabat Onoda memutuskan menyerah, dan sahabat lainnya tertembak pada 1954.

Pengawal terakhirnya, Kinshichi Kozuka, juga berhasil ditembak polisi pada 1972 ketika ia dan Onoda tengah menyerbu toko beras di sebuah peternakan lokal.

Setelah itu, ia benar-benar sendirian—dan menjadi legenda di Pulau Lubang.

Kisahnya yang misterius menarik perhatian seorang petualang muda bernama Norio Suzuki—yang juga terobsesi dengan panda dan manusia salju.

Ia berangkat ke hutan Pulau Lubang untuk menemukan Letnan Onoda.

Hingga pada 20 Februari 1974, mereka berdua akhirnya bertemu di sebuah hutan di Pulau Lubang.

Dari Suzuki, Onoda tahu tahu bahwa negaranya benar-benar mengkhawatirkannya.

Tapi dengan tegas ia menolak untuk menyerah kecuali ada perintah dari atasannya langsung.

Hiroo Onoda
 
Hiroo Onoda
Halaman
1234
Penulis: heri prihartono
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved