KISAH Hiroo Onoda, Mata-mata Jepang yang 69 Tahun Ogah Takluk ke Sekutu Sampai Ajal Datang

Setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, pada 15 Agustus 1945, Jepang mengumumkan menyerah kepada Sekutu.

KISAH Hiroo Onoda, Mata-mata Jepang yang 69 Tahun Ogah Takluk ke Sekutu Sampai Ajal Datang
The New York Times
Hiroo Onoda 

TRIBIBUNJAMBI.COM - Setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, pada 15 Agustus 1945, Jepang mengumumkan menyerah kepada Sekutu.

Perang Dunia II berakhir, tapi tidak untuk beberapa orang. diantaranya Hiroo Onoda

Ia menolak pada sekutu sampai ajal menjemput pada awal tahun 2014 lalu.

Hiroo Onoda masih 22 tahun ketika ia ditugaskan di Pulau Lubang di Filipina pada Desember 1944.

Sebagai seorang perwira intelijen, ia diberi tugas untuk mengganggu dan menyabotasi upaya musuh—dan untuk tak pernah menyerah pada musuh.

Pasukan Sekutu mendarat di pulau ini pada Februari 1945.

Mereka membombardir tentara Jepang yang ada di situ, tapi Onoda dan beberapa pasukannya berhasil meloloskan diri.

Ia menolak untuk menyerah dan mati, dan memilih mundur ke perbukitan untuk menyusun serangan selanjutnya sebagai gerilyawan.

Untuk bertahan hidup, ia dan anak buahnya makan pisang yang tumbuh liar di hutan, kelapa, dan hewan ternak yang dicuri dari kepolisian setempat.

Pada akhir 1945, muncul selebaran yang menyebutkan bahwa perang telah usai, dan memerintahkan seluruh tentara Jepang yang ada di kawasan Pasifik untuk menyerah.

Halaman
1234
Penulis: heri prihartono
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved