Seputar Ramadan

Sering Tertidur Usai Makan Sahur, Awas 6 Penyakit Mematikan Mengintai, Hindari Dari Sekarang

Setelah makan sahur, hal yang banyak dirasakan adalah rasa ngantuk, kemudian berlanjut hingga tempat tidur.

Editor:
istimewa
Meski Jadi Pertanda Baik, Namun Tidur Ngiler Tetap Malu-maluin, Bagaimana Agar Tidak Ngiler? 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah makan sahur, hal yang banyak dirasakan adalah rasa mengantuk, kemudian berlanjut hingga tempat tidur.

Tahukah kebiasaan makan sahur lalu berlanjut ke tempat tidur adalah aktifitas berbahaya dan mendatangkan penyakit.

Sebaiknya setelah sahur membiasakan dengan aktifitas seperti Salat Subuh, kemudian melanjutkan dengan aktifitas lainnya.

Baca: Kades dan Janda yang Diinspeksi Malam-malam Diarak Warga, Denda Rp 30 Juta Lalu Pecat

Baca: Soeharto Dipermalukan hingga Ditampar, Nasib Tiga Mantan Jenderal TNI Memprihatinkan Hingga Mati

Baca: 5 Pengacara Tajir di Indonesia, Tarifnya Mencapai Rp 4 Miliar Per Kasus, Siapa Saja Ya?

Kamu pasti sering kali kembali tidur setelah menyantap sahurmu.

Sembari menunggu waktu imsak menuju subuh yang terasa cukup lama, tidur kembali memang terlihat sangat menggoda.

Eits, tapi ternyata tidur setelah menyantap sahur bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Baca: Luna Maya Ternyata Tak Lulus Kuliah, Sosok Dosen Beberkan Masa Lalu Teman Ayu Dewi: Ya Gitulah!

Baca: 3 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Makan Sahur, Agar Puasa Tetap Kuat dan Tidak Lemas

Baca: Bolehkah Makan dan Minum Saat Masuk Imsak, Masih Sahkah Puasa Ramadan, Berikut Penjelasannya

1. Timbunan Lemak

Dikutip dari Tribun Travel, Kamis (9/5/2019), yang melansir dari berbagai sumber, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa jika kamu memiliki keturunan keluarga yang gemuk, maka risiko kegemukan yang akan terjadi pada tubuhmu jika tidur setelah makan akan meningkat menjadi dua kali lipat.

Hal tersebut terjadi lantaran makanan yang kamu konsumsi tak dapat langsung dicerna oleh lambung ketika kamu dalam posisi tertidur.

Oleh karena itu, kalori yang timbul dari makanan tersebut justru akan tersimpan dalam bentuk lemak.

Apalagi jika pada saat sahur, kamu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan karbohidrat, lemak ataupun makanan-makanan yang digoreng.

Ilustrasi perut buncit
Ilustrasi perut buncit (mcgill.ca)

2. Naiknya Asam Lambung

Jika kamu memiliki riwayat penyakit maag, tidur setelah sahur dapat menyebabkan sistem pencernaan kamu sulit untuk mencerna makanan yang masuk.

Hal tersebut kemudian menimbulkan naiknya kadar asam lambung.

Asam lambung menyebabkan mengikisnya lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan.

Terjadinya hal itu menyebabkan perut mulas, nyeri pada ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

 

3. Refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi secara terus-menerus, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung.

GERD terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik hingga ke kerongkongan dan dapat melukai kerongkongan.

4. Diare atau sembelit

Tidur setelah makan sahur membuat melambatnya proses pencernaan sehingga makanan akan berada terlalu lama di dalam perut.

Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung dari makanan apa yang masuk ke dalam perut.

Ilustrasi asam lambung berlebih.
Ilustrasi asam lambung berlebih. (Tribunnews)

5. Stroke

Dampak buruk lainnya dari tidur setelah menyantap sahur adalah timbulnya penyakit stroke.

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan sulit untuk mencerna makanan.

Ini artinya lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar pekerjaannya.

 

6. Rusaknya Liver

Sementara itu, dengan tidur, organ dalam tubuh akan melambat metabolismenya.

Maka dari itu makanan yang baru saja dikonsumsi tidak akan tercerna dengan sempurna.

Makanan yang tidak tercerna itu kemudian akan dimakan oleh bakteri buruk, yang kemudian menyebabkan jumlah bakteri buruk dalam lambung dan usus menjadi lebih dominan.

Bakteri buruk ini bersifat anaerob (miskin oksigen).

Hasil metabolisme bakteri ini bersifat asam.

Bakteri buruk kemudian akan menghasilkan zat asam nitrit yang bersifat sangat asam.

Lalu asam nitrit akan meningkatkan derajat keasaman tubuh.

Derajat keasaman tubuh meningkat drastis akan membebani sistem metabolisme tubuh.

Nah, asam nitrit inilah yang sangat beracun untuk liver.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Sering Kembali Tidur setelah Santap Sahur di Bulan Ramadan? Hati-hati Terserang Resiko Ini, https://wow.tribunnews.com/2019/05/09/sering-kembali-tidur-setelah-santap-sahur-di-bulan-ramadan-hati-hati-terserang-resiko-ini?page=all.

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved