3 Artis Indonesia Ini Secara Terbuka Ngaku Idap Penyakit Mental, Ada yang Kumat Setiap Minggu

Penyakit ini memang terbilang sudah lama diidap oleh pelantun 'Status Palsu' itu, hanya saja

Editor: Nani Rachmaini
KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung
Artis musik Maia Estianty dan vokalis Mey Chan saat diabadikan di kediaman Maia di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017). 

3 Artis Indonesia yang Terang-terangan Mengaku Mengidap Penyakit Mental

TRIBUNJAMBI.COM-Mengidap penyakit jiwa dan mengakuinya di depan umum, bukanlah suatu yang mudah.

Apalagi untuk seorang seleb yang kehidupannya pribadinya selalu menjadi sorotan media.

Namun, enggak demikian dengan tiga seleb Indonesia berikut ini.

Melalui sosial media, deretan seleb Indonesia ini akui mengidap penyakit mental!

Vidi Aldiano - Anxiety Attack

Vidi Aldiano
Instagram / Vidi Aldiano

Dalam tayangan di channel Youtube milik Raditya Dika, Vidi Aldiano mengaku beberapa bulan lalu mengalami gangguan anxiety attack yang disebabkan rasa panik berlebihan. 

Penyakit ini memang terbilang sudah lama diidap oleh pelantun 'Status Palsu' itu, hanya saja masih minor dan hanya "kumat" paling sering satu tahun sekali. 

Namun, lima bulan belakangan Vidi Aldiano mengaku hampir setiap minggu mengalami gangguan tersebut. 

Marshanda - Bipolar

 Marshanda

 
Marshanda 

Marshanda merupakan salah satu seleb Indonesia yang mengaku memiliki gangguan kejiwaan berupa penyakit Bipolar. 

Hal tersebut mulai terungkap setelah dirinya mengunggah video di Youtube. Dalam video tersebut Marshanda terlihat sangat emosi. 

Enggak lama, akhirnya Marshanda mengungkap bahwa dirinya memang memiliki penyakit kejiwaan tersebut. 

Mey Chan - Panic Disorder

 Mey Chan

Instagram / Mey Chan

 Mantan vokalis duo Maia, Mey Chan juga mengaku memiliki penyakit kejiwaan berupa panic attack disorder. 

Hal itu terjadi sekitar empat tahun lalu, Mey Chan mengaku enggak dapat melupakan serangan tersebut. Bahkan dirinya sempat mengalami trauma.

Klasifikasi

Definisi dan klasifikasi kelainan jiwa adalah kunci untuk peneliti sebagaimana juga penyedia layanan dan mereka yang mungkin terdiagnosa. Sebagian besar dokumen klinik internasional menggunakan istilah "Kelainan jiwa".

Terdapat dua sistem yang mengklasifikasikan kelainan jiwa ICD-10 Chapter V: Mental and behavioural disorders, bagian dari International Classification of Diseases yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), dan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV) diterbitkan oleh Psychiatric Association (APA).

Kedua mendaftar kategori kelainan dan menyediakan standar kriteria untuk diagosis. Kedua sistem ini telah mengubah kode mereka pada revisi terakhir sehingga pedomannya dapat dibandingkan, walaupun masih terdapat perbedaan signifikan.

Pengelola Karaoke di Bangko Mengeluh Sepi, Ramadhan, Bupati Al Haris Izinkan Karaoke Beroperasi

VIDEO: Detik-detik Faul dari Aceh Juarai Liga Dangdut Indonesia/LIDA 2019, Gondol Setengah Miliar

VIDEO: Pelawak Parto Komentari Heboh Andre Taulany Diduga Sepet Ulama Kondang

Ketua PKS Mardani Ali Sera Haramkan Teriakan 2019 Ganti Presiden, Dukung Rekonsiliasi BPN-TKN

Dokter Pengidap HIV Tularkan Virus AIDS ke 65 Anak-anak, Lewat Jarum Suntik

Skema klasifikasi lain mungkin digunakan di budaya non-barat, dan panduan lain mungkin juga digunakan oleh mereka yang menggunakan teori persuasi. Pada umumnya, kelainan jiwa diklasifikasikan terpisah menjadi kelainan saraf, ketidakmampuan belajar, atau kelainan jiwa.

Tidak seperti sistem di atas, beberapa pendekatan klasifikasi tidak menggunakan kategori yang jelas atau pemisahan dikotomi yang digunakan untuk memisahkan antara yang tidak normal dengan yang normal.

Terdapat debat sains tentang beberapa kategori yang berbeda berhubungan dengan kasus yang terkategori dengan kasus yang tidak terkategori, kemudian mencakup sistem spektrum, dimensional, atau kontinyu.

*

TONTON VIDEO: Semalaman Pasang Tajur, Asmara Terkejut Dapat Ikan Tapah Berukuran Besar

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Tiga Selebritis Indonesia Ini Tak Malu Akui Alami Penyakit Jiwa, Kadang Masih Sering Kumat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved