Sahabat Soeharto Dicopot dari Panglima ABRI, Gara-gara Peringatkan Bisnis Anak-anak Soeharto

Saat Benny Moerdani membicarakan hal itu, tiba-tiba Soeharto berhenti bermain. Dia masuk kamar tidur dan meninggalkan Benny di kamar biliar

Editor: Duanto AS
Istimewa
Benny Moerdani saat Operasi Seroja di Timor Timur 

Namun, urusan Benny tak jauh-jauh dari kegiatan seremonial sementara kekuatan militer Benny semakin terkikis.

Ada yang mengatakan hubungan Soeharto dan Benny merenggang karena kabar Benny mengincar kursi wakil presiden hingga merencanakan kudeta.

 11 Orang Penuhi Panggilan Bawaslu Sarolangun Terkait Kasus Pencoblosan di Teluk Kecimbung

 Tokoh-tokoh yang Masuk Dalam 6 Ramalan Gus Dur, Setelah Bertahun-tahun Akhirnya Terbukti

 Wanita Berkaus Ketat Biru Terekam Kamera CCTV, Tinggalkan Bos BUMN Tewas di Lorong Hotel

 Polwan Cantik Lakukan Hal ini Demi Penyamaran Ungkap Prostitusi, Akhirnya Nekat

Kepala Staf Sosial Politik ABRI Letjen Purnawirawan Haryoto PS mengatakan penyebab hubungan Soeharto dan Benny merenggang bukan karena dua rumor tersebut.

Haryoto mengatakan hubungan dua tokoh itu merenggang karena sikap Benny yang mengkritik Soeharto.

Benny Moerdani mengingatkan Soeharto mengenai bisnis anak-anak keluarga Cendana.

"Bapake nesu banget mergo anake dipermasalahke (Bapak marah sekali karena anak-anaknya dipermasalhkan)," kata Haryoto sesaat setelah Benny wafat.

Mantan dokter tentara dalam Operasi Mandala, Brigadir Jenderal Purnawirawan Ben Mboi sempat diceritakan oleh Benny mengenai kejadian munculnya kritikan tersebut.

Saat itu, Benny Moerdani tengah menemani Soeharto bermain biliar di kediaman Cendana.

Benny memberanikan diri mengutarakan pendapatnya agar Soeharto 'menjauhkan' anak-anaknya dari kekuasaan.

"Ketika saya angkat masalah anak-anaknya itu, Pak Harto berhenti bermain, masuk kamar tidur, dan meninggalkan saya di kamar biliar," ujar Benny saat bercerita kepada Ben.

Sebelum kejadian tersebut, rupanya Benny sempat menolak campur tangan anak Soeharto dalam urusan pengadaan alat utama sistem senjata ABRI.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan asisten Benny yang enggan disebut namanya.

"Pak Benny beberapa kali menolaknya,' ucapnya.

Menurut Jusuf Wanandi, rekan Benny dari Centre for Strategic and International Studies, pada 1980-an bisnis anak-anak Soeharto merajalela ke semua sektor.

Benny Moerdani.
Benny Moerdani. ()

"Semua-semuanya ingin ditataniagakan," kata Jusuf, awal September 2014.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved