Pasar Beduk

Meski Dikelola Swadaya, Disperindakop Batanghari Koordinasi Soal Ketertiban Pasar Beduk

Meski Dikelola Swadaya, Disperindakop Batanghari Koordinasi Soal Ketertiban Pasar Beduk

Meski Dikelola Swadaya, Disperindakop Batanghari Koordinasi Soal Ketertiban Pasar Beduk
Tribun Jambi/Mareza Sutan
Ilustrasi. Pasar Beduk 

Meski Dikelola Swadaya, Disperindakop Batanghari Koordinasi Soal Ketertiban Pasar Beduk

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Memasuki bulan suci Ramadhan, pasar bedug merupakan salah satu tempat yang dicari masyarakat. Sebab, di pasar bedug tersebut masyarakat bisa mencari jajanan atau makanan untuk berbuka puasa.

Hampir setiap daerah kota maupun kabupaten di Jambi terdapat pasar bedug, baik yang dikelola secara swadaya maupun oleh pemerintah daerah.

Baca: Pasar Beduk di Sungaipenuh, Pemkot Hanya Siapkan Lokasi, Pedagang Bawa Meja dan Lapak Sendiri

Baca: KISAH 2 Gadis India Dibesarkan Serigala Sejak Kecil, Menyukai Daging Mentah dan Berakhir Tragis

Baca: Dapat Ikan Tapah Raksasa Seberat 52 Kg, Asmara Minta Bantu Tetangga Angkat Ikan ke Lori

Pasar bedug menjadi berkah bagi pedagang dan warga dengan menjual berbagai jenis menu makanan untuk berbuka puasa. Begitu juga pedagang di Bumi Serentak Bak Regam, Batanghari, mengadu peruntungan di pasar beduk. Hanya saja, pasar bedug tersebut tidak difasilitasi pemerintah daerah.

Seperti tahun lalu, Pemkab Batanghari tidak menyediakan lapak bagi pedagang penjaja makanan dan kue tersebut. Pasar bedug, dikelola swadaya oleh masyarakat di pasar Kramat Tinggi, Maura Bulian.

"Pasar beduk hanya diprakarsai melalui swadaya masyarakat baik di area pasar Kramat Tinggi maupun di luar pasar," sebut Suparno, Kabid Perdagangan Disperindagkop, Batanghari, Jumat (3/5/2019).

Baca: Detik-detik Egy Maulana Vikry Bawa Lechia Gdansk Juara Piala Polandia, Rasakan Gelar Bergengsi Eropa

Baca: TERBARU Oknum Pilot Pukul Petugas Hotel karena Masalah Baju, Ini Klarifikasi Pihak Maskapai

Baca: DULU Model Cantik Kaya Raya, Mantan Kekasih Leonardo DiCaprio: Sekarang Nasibnya Menyedihkan

Terkait pedagang yang masih nekad menjajakan dagangannya di sepanjang trotoar jalan sehingga dapat mengganggu lalulintas dan pemandangan kota, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Pasar dadakan di belakang Pasar Kramat Tinggi, telah kami diskusi dengan tokoh masyarakat, perwakilan pedagang di luar pasar," terangnya.

Tidak hanya itu, untuk tetap menjaga ketertiban para pedagang, persoalan pasar dadakan pun melibatkan dari Komisi II DPRD Batanghari.

"Kita rembuk bersama dengan pihak-pihak terkait agar pasar dadakan yang sering muncul pada Ramadhan nanti. Kita berharap, solusi yang dihasilkan menguntungkan semua pihak," katanya.

Sementara itu, Bahri, seorang pedagang di Pasar Kramat Tinggi mengatakan, keberadaan pasar dadakan cukup mempengaruhi omset pedagang lain.

Baca: Wawan Hamili 2 Wanita Sekaligus, Semuanya Minta Dinikahi Tapi Hanya Dipilih 1, Begini Endingnya

Baca: Ini Jadwal Kerja dan Seragam yang Harus Dipakai ASN Pemprov Jambi Selama Bulan Puasa

Baca: VIDEO - Doan Thi Huong Bebas Dari Penjara Susul Siti Aisyah, Pembunuhan Kim Jong Nam Tanpa Pelaku

Masalahnya, lapak pedadang dadakan berada di luar, sehingga warga atau konsumen yang hendak belanja enggan masuk.

"Sedikit banyak tentu berpengaruh dengan omset kami yang berada di dalam. Kami berharap agar pemerintah melalui dinas terkait melakukan pengawasan dan penertiban," harapnya.

Meski Dikelola Swadaya, Disperindakop Batanghari Koordinasi Soal Ketertiban Pasar Beduk (Rian Aidilfi/Tribun Jambi)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved