Kisah Militer RI
Kopassus Diremehkan Media Thailand, saat Beraksi Dunia Tercengang Lewat Serangan Kilat Dalam 3 Menit
Kopassus Diremehkan Media Thailand, saat Beraksi Dunia Tercengang Lewat Serangan Kilat Dalam 3 Menit
Kecuali Achmad Kirang yang gugur di dalam operasi terebut dinaikkan pangkatnya dua tingkat secara anumerta.
Benny Moerdani Siapkan 17 Peti Jenazah
Operasi pembebasan sandera DC-9 Woyla mengangkat nama Kopassus TNI AD ke jajaran pasukan elite dunia.
Tak ada satu pun sandera yang terluka dalam misi ini.
Lima orang pembajak berhasil ditembak mati.
Baca: Bertemu di Program tvOne, Mahfud MD & Fadli Zon Debat Panas soal Pernyataan Garis Keras yang Viral
Keseluruhan operasi tanggal 31 Maret 1981 ini hanya berlangsung tiga menit.
Keberhasilan ini membuat dunia tercengang.
Mereka tak menyangka pasukan Indonesia bisa melakukan operasi khusus yang selama ini baru dilakukan militer negara maju.
Belakangan terungkap, tak cuma negara lain yang ragu dengan peluang keberhasilan operasi.
Bahkan Kepala Operasi Letjen Benny Moerdani pun memperkirakan keberhasilan timnya hanya 50:50.
Benny ternyata menyiapkan 17 peti mati dalam operasi itu.

Hal itu sesuai dengan perkiraan Benny bakal jatuh banyak korban dalam misi pembebasan sandera.
Baca Juga:
ACE, Tawarkan One Stop Travel Shop, Ada Koper Diskon Hingga 60 Persen
3 Serikat Buruh di Jambi, Akan Aksi Besar-Besaran pada Juni Mendatang, Ini Tuntutannya
Kasus Union Busting pada Buruh, Masih Terjadi di Jambi, Hendra: Ada di Perusahaan di Tanjab Barat
Perkiraan yang ternyata meleset karena usai operasi hanya dibutuhkan lima peti jenazah, itupun diperuntukkan bagi para pelaku teror seperti dikutip dari buku Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando yang ditulis Hendro Subroto dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2009. (*)
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: