FAKTA MENGEJUTKAN Dibalik Hubungan Intim Bocah SD dengan Siswi SMA Sampai Hamil dan Melahirkan

Kasus bocah SD berhubungan intim dengan siswi SMA menjadi preseden buruk terkait lemahnya pengawasan orang terdekat.

FAKTA MENGEJUTKAN Dibalik Hubungan Intim Bocah SD dengan Siswi SMA Sampai Hamil dan Melahirkan
Instagram
Siswi SMA Jual Keperawanan 

TRIBUNJAMBI.COM -  Sempat viral,  bocah SD berhubungan intim dengan siswi SMA  hingga hamil dan melahirkan bayi prematur.

Kasus bocah SD berhubungan intim dengan siswi SMA   menjadi preseden buruk terkait lemahnya pengawasan orang terdekat.

Bagaimana bisa, seorang siswa SD berhubungan intim dengan siswi SMA dengan usia yang jauh di atasnya tanpa ada dapat dicegah sebelumnya.

Kasus bocah SD berhubungan intim dengan siswi SMA tersebut terjadi di Probolinggo dan masih menjadi pembicaraan hangat.

Satreskrim Polres Probolinggo menangkap dua Anak Baru Gede atau ABG atas kasus dugaan pencabulan.

Mereka adalah MMH (18) dan MWS (13). Kasus ini mendadak jadi buah bibir seterah viral bocah SD hamili gadis SMA terjadi di Probolinggo.

 

Baca: Program Pi Ajar Binmas Noken Polri Motivasi Anak-anak Kampung Musaima II Wamena Belajar Toleransi

Baca: BNN Jambi Bongkar Sindikat Narkoba di Lapas Kuala Tungkal, Libatkan Napi, Sipir dan Kurir Sabu

Baca: Bawaslu Batanghari Temukan Banyak Petugas KPPS yang Salah Mengisi Data C1 di TPS

Baca: Jalur Baru Tungkal-Batam Akan Diresmikan, Berikut Jadwal, Harga Tiket Penumpang dan Kendaraan

Baik MMH dan MWS sama - sama berasal dari Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Keduanya diduga kuat menyetubuhi AZ (18), yang merupakan sepupu MWS, bocah kelas 6 SD.

Sedangkan hubungan MMH dengan korban adalah teman seangkatan di sekolah SMA.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
"Laporan itu masuk setelah korban melahirkan anak laki-laki dari hasil perbuatan kedua tersangka. Korban melahirkan anak laki-laki dengan kondisi prematur," katanya kepada Tribunjatim.com.

Ia menjelaskan, dalam penyelidikan, korban menyebut bahwa pernah disetubuhi oleh kedua tersangka.

Maka dari itu, kedua tersangka langsung ditangkap dan dibawa ke Polres Probolinggo.

"Kedua tersangka ini mengaku pernah berhubungan dengan korban layaknya sepasang suami istri. Rata-rata dua kali berhubungannya," kata pria yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota tersebut kepada Tribunjatim.com.

Simak deretan fakta terbarunya:
1. Ayah Si Bayi Prematur

Teka-teki ayah dari anak yang dilahirkan AZ secara prematur, gadis kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) di Probolinggo, masih menjadi misteri.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, dalam pemeriksaan sementara, anak yang dilahirkan korban itu adalah anak dari tersangka MWS, bocah kelas 6 SD.

"Kalau yang menyetubuhi memang dua tersangka itu. Keduanya memang mengakui sudah menyetubuhi korban. Tapi, siapa yang menghamili korban, ini masih dalam penyelidikan. Kalau dari pemeriksaan sementara, MWS lah yang menghamili korban," AKP Riyanto.

Mantan Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota ini menambahkan, versi pemeriksaan MMH, yang bersangkutan tidak pernah mengeluarkan cairan sperma di dalam tubuh korban.

Hal itu juga sebenarnya disampaikan MMH.

"Nah untuk memastikan itu, perlu ada tes DNA untuk menentukan siapa bapak dari anak yang dilahirkan korban. Hasil tes DNA ini sangat valid dan jelas siapa bapaknya. Tapi, terlepas dari siapa bapak dari anak yang dilahirkan korban, kasus ini tetap kami lanjutkan ke tahap selanjutnya. Tersangka sudah ditahan," jelasnya.

2. Peristiwa dipicu video dewasa, korban diancam MWS

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, peristiwa yang dialami AZ dipicu oleh video dewasa yang dilihat oleh MMH dan MWS.

Video dewasa itu didownload dan disimpan di handphone MMH dan MWS.

"Akhirnya, keduanya melampiaskan nafsu bejatnya ke korban. Keduanya sama-sama menyetubuhi korban, bahkan hingga hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki," kata AKP Riyanto, Senin.

Ia menjelaskan, yang pertama kali menyetubuhi AZ adalah MWS, sepupu korban.

Kata dia, korban ini tinggal di rumah orang tuanya MWS.

Kepada orang tua tersangka MWS, dipanggil AZ pakde (om) dan bude (tante).

"Awalnya, kejadian itu terjadi pertengahan tahun lalu. Saat itu, tersangka MWS memaksa korban untuk berhubungan badan. Tapi, korban menolak dan tidak menyanggupi permintaan tersangka yang masih bocah itu," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Tapi, lanjut dia, tersangka mulai melancarkan aksi bujuk rayunya.

Ia memaksa korban untuk melayaninya.

Jika tidak, tersangka mengancam akan melaporkan ke orang tuanya terkait perbuatan korban ke tersangka, dan meminta orang tuanya untuk mengusir korban.

"Karena diancam akan diusir, korban pun ketakutan. Ia memang tidak punya pilihan. Karena selama ini, korban tinggal bersama pakde dan budenya yang merupakan orang tua MWS. Dengan terpaksa, korban menerima apapun yang dilakukan tersangka," tambahnya.

Riyanto menjelaskan, setelah hubungan intim pertama itu, hubungan keduanya antara korban dan tersangka berlanjut.

Tersangka berkali-kali meminta korban untuk berhubungan kembali.

Tapi, korban pun tak pernah menuruti nafsu bejat tersangka.

Puncaknya, akhir tahun lalu.

Ia pun menerangkan, saat kedua orang tuanya lelap tertidur, tersangka MWS memasuki kamar korban.

Di situ, tersangka memaksa korban berhubungan.

"Korban sempat meronta dan menolak. Tapi, apa daya, korban pun tak bisa melawan nafsu tersangka yang sudah diujung kepala. Akhirnya, keduanya pun berhubungan intim di sana," lanjutnya.

Setelah berhubungan dengan MWS, lanjut Riyanto, MMH juga mengajak korban untuk berhubungan.

3. AZ dijanjikan pernikahan oleh MMH

Hingga kini, masih didalami apa ada keterlibatan MWS dalam niatan MMH mengajak berhubungan badan korban.

Secara umur, MWS jauh di bawah MMH.

Tapi, mereka merupakan teman bermain.

AZ dan MMH ini bukan pasangan kekasih, tapi mereka teman dekat dan bisa disebut sebagai Teman Tapi Mesra (TTM)

 Kejadiannya, bermula saat rumah tersangka MMH ini sepi, karena orang tuanya sedang keluar.

"Selanjutnya, MMH memaksa korban untuk membuka bajunya dan diajak untuk berhubungan. Lagi-lagi korban menolak. Tapi tersangka ini ternyata juga punya jurus jitu dan berhasil merayu korbannya. Tersangka tidak mengancam, beda dengan sepupunya tadi, MMH hanya berjanji akan menikahi korban jika hamil," jelasnya.

"Akhirnya, sampai dua kali pengakuan tersangka MMH ini menyetubuhi korban. Kami akan mengembangkan kasus ini,"tutupnya.

4. Ancaman hukuman untuk MMH dan MWS

Satreskrim Polres Probolinggo sudah menyiapkan jerat hukum bagi dua tersangka kasus persetubuhan MMH (18) dan MWS (13).

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 76 D Juncto pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak.

Tapi, kata Riyanto, pihaknya akan berkoordinasi dengan Jaksa di Kejaksaan Negeri Kraksaan untuk ancaman hukumannya, dengan mempertimbangkan status kedua pelaku yang masih di bawah umur.

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara, tapi nanti kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan negeri, karena kedua pelaku masih di bawah umur. Bagaimana ancaman hukumannya. Yang jelas, kasus ini tetap lanjut," ungkapnya. (Galih Lintartika)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul FAKTA BARU Bocah SD Hamili Siswi SMA, Janji Manis Pelaku Terbongkar, Bikin Korban Terpaksa Mengalah, http://jatim.tribunnews.com/2019/04/16/fakta-baru-bocah-sd-hamili-siswi-sma-janji-ttm-pelaku-terbongkar-bikin-korban-terpaksa-mengalah?page=all.

Editor:
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved