Ramadhan 2019
Aturan Minum Sahur & Buka Puasa, Agar Tak Kekurangan Air Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 2019
Meski Anda sudah mengikuti aturan gizi seimbang saat berbuka puasa dan sahur, mungkin Anda tetap saja khawatir terjadi dehidrasi.
Aturan Minum Sahur & Buka Puasa, Agar Tak Kembung dan Kekuarngan Air Ketika Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 2019
TRIBUNJAMBI.COM – Puasa Ramadhan 2019 sebentar lagi akan tiba, perlu stamina tinggi untuk puasa tahun ini karena cuaca pun mendekati musim pancaroba.
Meski Anda sudah mengikuti aturan gizi seimbang saat berbuka puasa dan sahur, mungkin Anda tetap saja khawatir terjadi dehidrasi.
Lalu, bagaimana menghadapi seandainya terjadi dehidrasi pada tubuh saat berpuasa?
Baca: Habib Rizieq Shihab Kecewa dengan Prabowo: Langsung Meledak, Lakukan Perlawanan Lewat People Power
Baca: Tompi Curiga atas Kicauan Fadli Zon yang Bilang Ratna Sarumpaet Disekap, Ini Alasan Lengkapnya
Baca: VIDEO: Lucinta Luna Adu Mulut dengan Deddy Corbuzier Netizen Malah Fokus Lihat Buah Jakun
Air putih menjadi alternatif paling baik untuk membuat tubuh terhidrasi.
Namun, selama menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak diberi asupan air seharian, sehingga perlu asupan tambahan agar cairan dalam tubuh tercukupi.
Di masa puasa, para ahli kesehatan menyarankan kita tak lupa mencukupi kebutuhan sebanyak 2 liter air atau setara 8 gelas per hari.

Lalu, saat bulan puasa, bagaimana pengaturan waktu minum agar perut tak kembung atau justru kekurangan?
"Dua gelas saat sahur, 6 gelas saat berbuka puasa dan setelahnya," ujar Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, di Jakarta, seperti dilansir Antara.
Lebih lanjut, pembagiannya dapat dilakukan dengan meminum 1 gelas air tak lama usai bangun sahur, 1 gelas saat sahur, 1 gelas setelah sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah salat magrib.
Kemudian, 1 gelas saat makan besar, 1 gelas usai sala tarawih dan 1 gelas sebelum tidur. Kebutuhan asupan cairan rata-rata individu adalah 2 liter per hari, agar tidak terkena dehidrasi atau panas dalam dan terganggunya fungsi tubuh.
Baca: BJ Habibie Dapat Telepon 14 Menteri Tak Mau Lanjut, Detik-detik Soeharto Terpukul Jelang Lengser
Baca: Viral! Sopir Truk Tulis Surat Terbuka untuk Tito Karnavian: Anak Buah Bapak Tugasnya Apa?
Lalu, bagaimana tandanya kita kekurangan air? "Mudah mengalami demam ringan atau sumeng, bibir pecah-pecah karena kering, dan kepala pening," kata Aswin.
Selain minum air putih dengan pembagian seperti yang disarankan di atas, ada banyak makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi untuk menjaga tubuh agar tetap segar dan terhidrasi sepanjang hari selama puasa.
Misalnya saat berbuka, setelah minum air putih, jangan mengonsumsi kolak atau yang manis-manis, tapi bisa mengonsumsi jus buah.
"Berbuka dengan makanan pembuka berupa sup juga tepat, karena selain mengandung air, juga sehat dan bergizi. Makanan ini mampu meningkatkan asupan cairan dan mengembalikan energi setelah seharian berpuasa."