Pemilu 2019
Lembaga Surveinya Minta Dibubarkan Karena Tidak Dipercaya oleh Kubu 01 dan Kubu 02, Ini Alasannya
Lembaga Surveinya Minta Dibubarkan Karena Tidak Dipercaya oleh Kubu 01 dan Kubu 02, Ini Alasannya
Lembaga Surveinya Minta Dibubarkan Karena Tidak Dipercaya oleh Kubu 01 dan Kubu 02, Ini Alasannya
TRIBUNJAMBI.COM - Direktur Ekstekutif Lembaga Survei Indikator, Burhanuddin Muhtadi, angkat suara saat lembaganya diminta bubar.
Hal ini disampaikan Burhanuddin Muhtadi melalui Twitter miliknya, @BurhanMuhtadi, Sabtu (20/4/2019).
Mulanya, warganet dengan akun @aflahdjamin mengunggah soal PDIP yang merilis hasil quick count pemilihan presiden (pilpres) internal mereka.
"@BurhanMuhtadi haha ente gak dipercaya sama 01 dan 02. Baiknya bubar saja QC nya," tulis akun @aflahdjamin.
Baca Juga:
VIDEO: Live Streaming Laga Inter Milan vs AS Roma, Pertandingan sedang Berlangsung, Skor 0-1
Bisa Naik MRT Bareng Jokowi, Chaha Frederica Senang, Olla Ramlan pun Teriak: Olla Cinta Pak Jokowi
Jaga Kemenangan Prabowo-Sandi, Gerindra Ancam Lakukan People Power Bila Hasil Pengumuman Berbeda
Keberkahan Malam Nifsu Syaban, Ustaz Abdul Somad: Allah Ampuni Semua Dosa, Kecuali Dua Orang Ini
Menjawab hal itu, Burhanuddin mengatakan dirinya tak peduli dengan quick count yang dirilis oleh PDIP.
Bahkan dirinya membela tetap percaya dengan rilis hasil quick count yang dikeluarkan oleh pihaknya.
Di mana surbei Indikator mendapatkan hasil 54, 60 persen untuk Jokowi-Maruf dan 45.40 persen unutk Prabowo-Sandi.
"Ya terserah PDIP percaya sama quick count kami atau tidak.
Saya tidak peduli. Yg penting saya percaya dengan data saya, percaya dengan kredibilitas para enumerator dan statistisi saya," jawab Burhanuddin Muhtadi.
Baca Juga:
TIGA Pendaki Berpengalaman Dilaporkan Hilang di Gunung, Diduga Tewas Tertimbun Longsor Badai Salju
Jokowi Utus Luhut Binsar Pandjaitan Temui Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak: Pak Prabowo Mau Fokus
HANYA Lantaran Lupa Beli Paha Ayam, Seorang Istri Tega Menghabisi Nyawa Suaminya Sendiri
Ramalan Zodiak, Minggu 21 April 2019, Virgo Keberuntunganmu Hari Ini, Sagitarius Bakatmu Diakui

Kicuan Burhanuddin Muhtadi saat lembaganya diminta mundur, Sabtu (20/4/2019) (Capture Twitter @burhanmuhtadi)
Dilansir oleh channel YouTube Official iNews, PDIP telah merilis hasil quick count internal milik mereka, Jumat (19/4/2019).
Total sebanyak 10 juta lebih menjatuhkan pilihan untuk Jokowi-Ma'ruf atau 63 persen.
Data sementara yang dibeberkan oleh PDIP berkaitan dengan klaim pihak Prabowo-Sandiaga tentang kemenangannya pada Pilpres 2019.
Dikutip dari channel YouTube tvOneNews, Jumat (19/4/2019), PDI-Perjuangan melakukan konferensi pers untuk membuka data sementara perolehan suara Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi.
Dalam konferensi pers tersebut, PDI-Perjuangan menjelaskan hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh tim saksi PDIP.
Baca Juga:
DPRD Tanjab Barat Desak Pemprov Jambi Tuntaskan Pembangunan Jalan Teluk Nilau -Tebing Tinggi
DITAGIH Janji Potong Leher Setelah Prabowo Ungguli Jokowi di Madura, Jawaban La Nyalla Mengejutkan
Ternyata Karena Alasan Ini Warga Tanjab Barat Ikut Desak Pemprov Jambi Bangunan Jalan Teluk Nilau
Kabar Terkini Kangen Band, Setelah Ditinggal Babang Tamvan Alias Andika Mahesa Berkarir Solo
Data tersebut diambil dari lebih dari 10 juta suara yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari data yang diperoleh PDI-Perjuangan, didapatkan perolehan suara sementara pada pukul 14.04 WIB, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara 63 % sementara pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan perolehan suara sementara 37 %.
Sementara itu, dikutip dari Tribunnews.com, Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan Harto Kristiyanto meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, membuka transparasi data kemenangan yang menjadi dasar mereka.
Dikatakan oleh Hasto, publik harus tahu data sebenarnya dari klaim kemenangan yang dibuat oleh pihak BPN.
"Ini bagian transparansi ke publik. Terlalu bahaya untuk urusan strategis, kalau isinya main klaim. Tiga kali yang diumumkan Prabowo itu, datanya berbeda-beda. Tapi, katanya semua sudah fix," ujar Hasto Jumat (19/4/2019).
Baca: KEJAHATAN Sadis Istri 21 Tahun Silam Terkuak, Setelah Suami Temukan Tengkorak di Halaman Rumah
Menanggapi hal tersebut, hasil konferensi pers dan data yang perolehan suara yang dilakukan oleh PDI-P dikatakan oleh Hasto adalah hasil yang benar dan siap diaudit.
"Kalau KPU mau membandingkan antara data kami dengan Gerindra, BPN kami juga siap untuk dicek sistemnya, ahli IT, data-data masuk, dokumen C1 bisa saja dicek secara random, kan bisa dilakukan cek," kata Hasto.
Hasto mengungkapkan, PDI-Perjuangan sudah mendapatkan data perolehan suara dari 10.692.923 pemilih yakni sekitar 7,3 persen dari total suara.
Sementara kubu Prabowo-Sandi melalui siaran langusng Facebook Gerindra menyampaikan hasil real count mereka, Kamis (18/4/2019).
Hasilnya, mereka memperoleh kemenangan sebanyak 62 persen.
Jauh di atas paslon Jokowi-Ma'ruf.
"Pada hari ini, Saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden republik Indonesia tahun 2019-2024, berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen perhitungan real count dan C1," papar Prabowo.
Kedua kubu saling klaim dengan kemenangan yang hampir sama dan berbeda dengan hasil quick count di beberapa lembaga survei.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Lembaga Surveinya Diminta Bubar karena Tak Dipercayai Kedua Kubu, Burhanudin Muhtadi: Ya Terserah
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: