TAGAR #INAelectionObserverSOSRussia Panggil Negara Lain Muncul di Media Sosial, Apa Gunanya?

Mulai dari Russia, Turkey sampai Germany. #INAelectionObserverSOSTurkey, #INAelectionObserverSOSGermany, #INAelectionObserverSOSRussia.

Editor:
twitter
Tagar #INAelectionObeserverSOS 

Namun tagar tersebut kini memenuhi lini masa twitter dan facebook

Tak hanya itu seruan menulis tagar ini menargetkan satu juta tagar

Dari sejumlah postingan pengguna media sosial facebook, tagar ini meminta bantuan hacker daari Rusia untuk membantu mengamankan serangan ke server KPU

Seperti ajakan berikut ini

SOS !!! Seluruh cyber army untuk merapat ke laman KPU.

Tim IT BPN (02) mulai kualahan.

Twitter.. naikkan tagar #INAelectionObserverSOS #CYBERMUSLIMRUSSIANFORPRABOWOSOS bantu dzikir dan doa, karna kekeuatan yg paling besar adalah DOA

Sebelumnya pengguna twitter Indonesia ramai dengan topik seputar Pilpres dan Pileg 2019 yang usai digelar 17 April.

Dari sejumlah tagar yang digunakan warganet, #INAelectionObserverSOS meroket sebagai trending topik dunia. 

Tagar tersebut merupakan seruan dari pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi untuk memantau jalannya proses penghitungan suara Pilpres 2019.

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Saat Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan yang lain sangat bersemangat meneriakkan takbir setelah mengklaim diri sebagai pemenang Pilpres 2019, Sandiaga terlihat tidak sesemangat rekannya. Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen.
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Saat Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan yang lain sangat bersemangat meneriakkan takbir setelah mengklaim diri sebagai pemenang Pilpres 2019, Sandiaga terlihat tidak sesemangat rekannya. Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen. (antara)

Prabowo Deklarasikan Kemenangan

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto deklarasikan kemenangan dan sebut banyak kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran selama Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Bukti-bukti tersebut untuk membuka kemungkinan pemungutan suara ulang.

 "Pelanggaran bukan sekadar pelanggaran ecek-ecek begitu. Tapi hal-hal yang memungkinkan ada efeknya, untuk diminta pemungutan suara ulang, seperti itu," ujar Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurut Ferry, dugaan pelanggaran itu, misalnya, terdapat jumlah data pemilih yang pindah, ketimbang yang masuk daftar pemilih tetap di suatu lokasi.

Kemudian, masalah soal perbedaan suara untuk partai dan calon anggota legislatif.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved