Pilpres 2019
Ini Sosok Kader Demokrat yang Teriak & Emosi di Debat Capres ke-5, hingga AHY Beri Pernyataan Sikap
Ini Sosok Kader Demokrat yang Teriak & Emosi di Debat Capres ke-5, hingga AHY Beri Pernyataan Sikap
Karirnya meningkat pada tahun 2017, ia ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Partai Demorkat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Pengurus Harian DPP Partai Demokrat di tahun 2017.
Ardy mendudukui jabatan sebagai Sekretaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP.
Sementara terkait videonya yang marah di luar debat capres-cawapres, rekannya, Ferdinand Hutahaean juga angkat suara.
Baca Juga:
Heboh Pernyataan Sikap AHY, Diprediksi Agus Harimurti Akan Bertarung dengan Prabowo di Pilpres 2024
Ketika Jokowi Beserta Keluarga Masuk Kabah, Penasaran Isi Dalamnya Seperti Apa, Lihat Videonya
17 Ribu Surat Suara Sampai ke Merangin, KPU Merangin Langsung Sortir yang Rusak
Terpaksa Gunakan Kekerasan, Kisah Kopassus Berjuang Lawan Orang Sakti Kebal Peluru dan Senjata Tajam
Dilansir oleh Tribunnews, Ferdinand mengatakan rekannya itu hanya emosi sesaat.
"Yang menentukan pimpinan partai bukan kader. Yang menentukan arah politik, Ketua Umum dan Majelis Tinggi Partai. Kalau ada bicara itu hanya reaksi sesaat, reaksi kecil," ujar Ferdinand.
Kader Demokrat itu lalu mengatakan penyebab Ardy yang marah-marah saat itu.
Hal tersebut dikarenakan Ardy tak bisa masuk ke ruangan debat.
Ferdinand menuturkan pernyataan anggotanya itu hanyalah reaksi emosional sesaat.

Ia juga menegaskan pihaknya tetap mendukung kubu 02.
"Ini kan dia punya undangan, (tapi) gelangnya katanya nggak ada, jadi nggak bisa masuk. Ya dia marah, protes lah itu," kata Ferdinand.
"Itu reaksi emosional sesaat saja nggak perlu dipermasalahkan. Garis partai ini tetap mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres," tuturnya.
Setelah polemik semalam, Minggu (14/4/2019) Agus Harimurti Yudhoyono menerbitkan pernyataan sikap partai.

Melalui laman resmi Partai Demokrat, demokrat.or.id, AHY menyampaikan 5 poin berjudul 'Pernyataan Sikap Komandan Kogasma tentang Debat Capres ke-5;
1. Indonesia, negara besar yang sangat kita cintai ini, memerlukan pemimpin yang memiliki nilai-nilai yang luhur, bijaksana dan menjadi teladan untuk seluruh rakyat.
2. Salah satu sikap teladan yang diperlukan adalah memberikan penghargaan kepada setiap usaha, pengorbanan, dan pengabdian para pemimpin sebelumnya dalam memajukan dan membangun bangsa ini.
3. Kita percaya bahwa siapa pun yang terpilih dan telah terpilih menjadi pemimpin negara ini pastilah putra/putri terbaik bangsa, yang telah berkorban sebesar-besarnya untuk bangsa ini. Waktu, tenaga, pikiran, keluarga, segalanya.