Kisah Militer

Banyak yang Tidak Tahu! Aksi Heroik Kopassus, Prajurit Suparlan Bermodal Sangkur di Perang Timtim!

meski hanya bersenjata sebilah pisau komando demi memenangkan pertempuran itu ternyata bukan hanya cerita isapan jempol karena pernah dialami sendiri

Banyak yang Tidak Tahu! Aksi Heroik Kopassus, Prajurit Suparlan Bermodal Sangkur di Perang Timtim!
ist
banyak yang Tidak Tahu! Aksi Heroik Kopassus, Prajurit Suparlan Bermodal Sangkur di Perang Timtim! 

Banyak yang Tidak Tahu! Aksi Heroik Kopassus, Prajurit Suparlan Bermodal Sangkur di Perang Timtim

TRIBUNJAMBI.COM -Pasukan khusus TNI umumnya digembleng mati-matian dalam latihan tempur paling ekstrem agar bisa memenangkan peperangan menggunakan persenjataan yang dimiliki.

Karena kemampuan pasukan khusus diutamakan pada ketrampilan bertempur secara perorangan, maka TNI juga melakukan gemblengan terhadap personel pasukan khusus agar bisa menjadi ‘mesin perang’ yang mumpuni.

Oleh karena itu dalam berbagai latihan perang yang sangat keras, pasukan khusus pun memiliki moto tersendiri seperti ‘lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas’,

Baca: 3000 Anggota Bersenjata Kongo Dipencundangi! 30 personel Kopassus Menyamar Menjadi Hantu Putih

Baca: Penonton Heboh Bukan Main! Liat Aksi Luna Maya Sapa Hangat Syahrini dan Doakan Langgeng Dipanggung

Baca: 1 Syaban 1440 H Mulai Hari Ini, Berikut Niat & Hikmah Puasa Sunah Bulan Syaban Jatuh 7 April 2019

Baca: Nikita Mirzani Sindir Bintang Tamu TV yang Dibayar Rp750 Ribu: Nenek Peot, Tunjukkan Kontrakmu!

‘lebih baik mandi keringat dalam latihan daripada mandi darah dalam pertempuran’, atau seperti moto yang dimiliki oleh Kopassus TNI AD ‘Berani, Benar, Berhasil’.

Jadi dalam setiap misi tempurnya pasukan khusus TNI harus mampu menjalankan tugas yang tidak bisa dilaksanakan oleh pasukan reguler karena membutuhkan kemampuan-kemampuan khusus, dan harus bisa bertempur menggunakan senjata apapun.

Prajurit Kopassus dengan sangkur komandonya
Prajurit Kopassus dengan sangkur komandonya (via intisarionline)

Selain mahir mengoperasikan beragam senjata api, pasukan khusus seperti Kopassus juga harus mahir bertarung menggunakan tangan kosong,seutas tali, dan pisau.

Pasalnya dalam pertempuran jangka panjang atau pertempuran yang tidak seimbang, setiap personel pasukan khusus bisa kehabisan peluru dan harus melanjutkan pertempuran meski hanya bersenjata sebilah pisau belati.

Baca: Sambil Santai di Cafe, Sahabat Mulan Jameela, Umi Pipik Soroti Pernikahan Syahrini & Reino Barack

Baca: Modus Baru Prostitusi Online, Lewat MiChat Ayu Tawarkan Mesum Dengan 4 Wanita Muda Tarif Rp 1,3 Juta

Baca: Wajahnya Makin Pucat, Ini Foto Ani Yudhoyono Saat Keluar ICU, Annisa Pohan: Mohon Doanya Teman-teman

Prinsip bertempur sampai mati meski hanya bersenjata sebilah pisau komando demi memenangkan pertempuran itu ternyata bukan hanya cerita isapan jempol karena pernah dialami sendiri oleh prajurit Kopassus, Pratu Suparlan ketika bertempur di Timor-Timur pada tahun 1980.

Pratu Suparlan yang sedang bertempur bersama sejumlah prajurit Kopassus dan Kostrad posisinya ternyata berhasil didesak oleh gempuran gerilyawan Fretilin yang menyerang secara mengepung dan berjumlah lebih banyak.

Halaman
123
Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved