Dianggap Sudah Meninggal Setelah 12 Tahun tak Pulang, TKW Yuliana Pulang Bawa Uang dan Emas
Menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) adalah idaman sebagian Wanita Indonesia yang ingin memperbaiki perekonomian keluarga.
Yuliana berangkat ke Malaysia melalui salah satu agen atau PT yang merekrutnya.
Bahkan ia sudah lupa apa nama agen yang mengirimnya tersebut.
Selama di Malaysia Yuliana dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.
"Selama saya kerja, saya memang aman-aman saja dengan majikan mereka tidak melukai saya, namun gaji saya tidak pernah dibayar," ungkapnya.
Ia tetap merasa bersyukur, meski tak dibayar, sekurang-kurangnya ia tetap diberi makan dan penginapan oleh sang majikan.
Beruntung, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) membantu Yuliana untuk menuntut majikan.
Tuntutan tersebut dilayangkan terkait gaji Yuliana yang tak kunjung dibayar agar Yuliana bisa pulang ke kampung halaman.
Baca: Dituduh Mencuri, Wanita Ditelanjangi dan Ditonton Banyak Orang Video Viral di Media Sosial
Baca: Panggilan Sayang dan Cantik Jadi Modus Pria 30 Tahun Cabuli Anak 12 Tahun
Baca: Siapa yang Bertanggungjawab, Pacaran di Tempat Sepi, Mahasiswi Diperkosa 2 Pria Tak Dikenal?
Baca: Pasangan Mesum Depok Tetap Santai Berhubungan Intim Meskipun Sedang Dirazia Petugas
Baca: Masih Banyak Yang Bingung, Niat Sholat Tahajud, Tata Cara, Doa Hingga Keutamaan Sholat Tahajud
Namun, Yuliana mengaku sempat menolak bantuan KBRI.
"Waktu saya menolak tawaran KBRI, walaupun sebenarnya saya ingin pulang," tuturnya.
Ia menolak pulang karena Yuliana juga menganggap bahwa orangtuanya sudah meninggal dunia.
"Saya pikir keluarga, terutama kedua orangtua saya sudah meninggal jadi saya tidak mau pulang," jelas Yuliana.
KBRI di Malaysia tak cepat putus asa untuk membujuk Yuliana.
"Kami sempat bingung, bagaimana lacak keluarganya Yuliana di NTT. Kami yakin sekali Yuliana ingin pulang hanya saja dia sedang berada dalam kondisi yang menurut dia sendiri tidak memungkinkan," ungkap Shabda Thyan selaku Consular Affairs KBRI.
Pihaknya mencoba berkoordinasi dengan BP3TKI Kupang untuk melacak keberadaan keluarga Yuliana.
BP3TKI Kupang pun mengalami kesulitan lantaran data Yuliana Misa tidak ditemukan.