TNI Selidiki Kejanggalan Mobil Dinas Plat Militer 3005-00 di Acara Relawan Prabowo - Sandiaga Uno

TNI Selidiki Kejanggalan Mobil Plat Dinas Militer 3005-00 di Acara Relawan Prabowo - Sandiaga Uno

Editor: Suang Sitanggang
Wartakota
Dinas TNI bernomor plat 3005-00 tepergok digunakan mengangkut bingkisan pada acara diduga berbau kampanye Pilpres 2019. 

"Berikutnya adalah doktor dokter Toni Muhtasani. Beliau adalah seorang dokter ahli jantung, dan (... suara kurang jelas, Red) 74. Beliau akan ingin menceritakan bagaimana kondisi kesehatan yang dileselanggarakan penguasa saat ini," ujar suara laki-laki menggunakan pengeras suara.

Baca: 1.600 Tamu Hotel Jadi Korban Kamera Misterius di Kamar, Videonya Beredar di Website Dewasa Berbayar

Baca: Kekejaman KKB Terkini, Guru & Ahli Medis Diperkosa, Sadisnya Catatan Kriminal KKB, 27 Korban Tewas

Baca: VIDEO Otomotif: Motor Custom Toni Basro Pal Merah Jambi, Sulap Motor Jadi Lebih Gahar

Baca: Mabes TNI Angkat Bicara Soal Mobil Dinas TNI Aktif yang Bawa Bingkisan di Acara Prabowo-Sandi

Pesan Panglima TNI: Jaga Netralitas Anggota TNI

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan seluruh prajurit TNI untuk memegang teguh netralitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Sejak Pilkada serentak (2018) saya sudah sampaikan edaran untuk merealisasikan (netralitas), kemudian kemarin serah terima jabatan Kasad (Jenderal TNI Andika Perkasa) saya tekankan soal netralitas,” ujar Hadi di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, saat TNI menggelar apel kesiapan untuk membantu Polri dalam pengamanan Natal 2018, Tahun Baru 2019, dan Pemilu 2019, Jumat (30/11/2018).

Hadi menuturkan, buku tentang netralitas TNI juga sudah dibagikan kepada seluruh prajurit.

“Sudah dibagikan kepada seluruh prajurit sebagai pegangan prajurit melaksanakan pengamanan pemilu 2019 nanti,” kata Hadi, dilansir WartaKotaLive.com dari Kompas.com.

Hadi menuturkan, sudah menjadi kewajiban TNI untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dari segala ancaman dan gangguan.

“Saat ini sangatlah tepat ketika di penghujung tahun 2018 kita menyelenggarakan apel untuk memperkuat sinergi dan konsolidasi yang telah terjalin selama ini,” kata Hadi.

Pada kesempatan lain, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, TNI tidak akan mentolerir personel TNI yang tidak netral dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Hal itu disampaikannya di sela kunjungan kerja ke Sumatera Utara, seperti dikutip dari siaran pers resmi Puspen TNI, Jumat (20/4/2018).

"Pedomani netralitas sebagai penjabaran maupun pelaksanaan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Tidak ada toleransi bagi prajurit pelanggar netralitas tersebut," ujar Hadi.

"Untuk itu, pegang teguh misi utama, yakni Pilkada Serentak tahun 2018 dan tahapan Pemilu 2019 harus sukses," kata dia.
"Jaga kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri, jangan sampai dinodai, dirusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," lanjut Hadi.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu juga menekankan bahwa netralitas TNI, Polri, merupakan bagian dari haluan politik negara. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya garis komando.

"Bagi prajurit TNI, hanya ada satu komando tegak lurus dari Panglima TNI, tidak ada komando atau perintah dari pihak lain," kata Hadi menegaskan.

Tugas TNI, antara lain menjamin kelancaran, keamanan, dan kesuksesan Pilkada Serentak 2018 maupun Tahapan Pemilu 2019.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved