Ada Dugaan Pelecehan Seksual di UIN STS Jambi, Mahasiswa Demo, Rektorat Lapor Kementerian

Perempuan yang melaporkan diri menjadi korban pelecehan seksual adalah MS, tenaga honorer di sana.

Ada Dugaan Pelecehan Seksual di UIN STS Jambi, Mahasiswa Demo, Rektorat Lapor Kementerian
tribunjambi/syamsul bahri
Mahasiswa UIN STS Jambi berunjuk rasa karena pejabat rektorat diduga lakukan pelecehan seksual. 

"Kami minta kasus ini diselesaikan hari ini juga dan kami meminta oknum tersebut untuk ditindak tegas dan diberi sanksi seberat-beratnya atau mundur segera dari jabatannya, karena sudah melakukan tindakan amoral yang mencoreng nama baik institusi tempat kami belajar," ucapnya.

Oknum kepala biro yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut berinisial JO.

Adapun wanita yang melaporkan diri menjadi korban adalah MS, tenaga honorer di sana.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Hidayat. Di hadapan mahasiswa, Hidayat memaparkan bahwa kampus sudah mengambil tindakan terkait kasus tersebut.

Hidayat menjelaskan pihaknya telah memanggil JO dan MS.

“Pemanggilan ini atas laporan tertulis yang disampaikan oleh MS kepada pihak rektor. MS melalui lisan menyampaikan dengan kami, pimpinan. Setelah itu melalui tulisan, begitu sampai laporan, detik itu juga langsung kami proses. Kita panggil keduanya," terangnya kemarin.

Dalam laporan itu menurut Hidayat, MS mengungkapkan bahwa JO telah melecehkannya dengan senagaja memegang-megang tangan MS.

Sementara itu, menurut Hidayat, JO membantah laporan MS tersebut. "Namun ini perlu diketahui bahwa ini menurut pengakuan yang bersangkutan dalam hal ini JO. Tapi itu menurut JO," jelas Hidayat.

Aksi unjuk rasa mahasiswa UIN STS Jambi, terkait dugaan pelecehan sekesual yang dilakukan oknum Kabiro di Rektorat terhadap pegawai honorer
Aksi unjuk rasa mahasiswa UIN STS Jambi, terkait dugaan pelecehan sekesual yang dilakukan oknum Kabiro di Rektorat terhadap pegawai honorer (tribunjambi/syamsul bahri)

Terkait tuntutan mahasiswa yang memberikan waktu tiga hari agar persoalan ini terselesaikan, Hidayat mengatakan bahwa akan berusaha untuk menyelesaikannya. Namun, ia menegaskan yang berhak memberhentikan adalah kementerian.

"Kami akan berusaha, tapi perlu diketahui memberhentikan biro tidak bisa rektor. Namun ini sudah berproses. Sebenarnya belum dituntut oleh mahasiswa, pihak rektorat sudah memproses hal ini," tegas Hidayat.

Halaman
1234
Penulis: tribunjambi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved