Kamis, 21 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

VIDEO: Sejarah Hari Ini, Pengakuan Soeharto Tentang 'Supersemar' Hingga Bikin Soekarno Marah Besar

Setiap memasuki bulan Maret, khalayak diingatkan kembali dengan adanya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Tayang:
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Facebook
Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM - Setiap memasuki bulan Maret, khalayak diingatkan kembali dengan adanya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Supersemar erat kaitannya dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bagaimana kisah pembubaran PKI itu terjadi ?

Surat perintah yang ditandatangani Soekarno tersebut berisi mandat kepada Soeharto untuk mengatasi situasi negara saat itu, paska Pemberontakan G 30S PKI 1965.

Sebuah video yang diunggah akun Twitter @videosejarah, memperlihatkan kembali penuturan Soeharto soal asal muasal Supersemar dan pembubaran PKI.

Baca: MotoGP Qatar 2019, Valentino Rossi Akui Masih Miliki Banyak Rival, Berkarier di Lintas Generasi

Baca: Pria Ini Nekat Membakar Rumah Tetangganya: Hanya Karena Dia Melihat Makhluk Mengerikan Ini

Baca: Penyanyi Terkenal ini Mengidap Penyakit Mengerikan Setelah Perkosa Gadis 13 Tahun

Baca: Prostitusi Online Vanessa Angel, Berkas Mucikari Dilimpahkan ke Kejaksaan, Barang Bukti Dilengkapi

 "11 Maret ada sidang kabinet, dan saat itu ada pemberitaan soal Istana sedang dikepung. Sampai Bung Karno akhirnya dipindahkan ke (Istana) Bogor," kata Soeharto dalam video itu.

Ia melanjutkan, saat itu ia tidak bisa menemani Soekarno ke Istana Bogor dengan alasan sedang sakit.

Namun, ada seorang utusan yakni Basuki Rahmat yang saat itu menjabat sebagai Panglima Kodam untuk menghadap Soeharto.

Saat bertemu, Soeharto minta dititipkan salam kepada Soekarno dan memberi tahu soal kondisi kesehatannya yang kurang baik saat itu.

Ia juga meminta agar disampaikan pesan untuk Soekarno.

"lalu dia tanya pesan apa pak? sampaikan salam dan hormat saya dan sampaikan kalau saya sakit. Lalu sampaikan kalau saya diberi kepercayaan, keadaan ini saya atasi," ungkap Soeharto.

Lalu, mereka pun bertemu dengan Soekarno dan menyampaikan apa yang dipesankan Soeharto.

"Setelah disana lapor, semua dimarahi beliau (Soekarno). Tapi lalu bagaimana cara mengatasi ini, percayakan pada Pak Harto. Lalu akhirnya dibuat surat tertulis dan dibuat 3. Akhirnya 11 Maret ditandatangani dan isinya memberi wewenang kepada saya dimana perlu untuk mengambil tindakan atas nama beliau (Soekarno) untuk mengamankan perjuangan revolusi dan sebagainya. Itu suatu wewenang yang luar biasa," kata Soeharto.

Lalu, surat itu pun disampaikan kepadanya dan saat itu ia putuskan untuk membubarkan PKI.

"Dan persyaratan sebelum ambil keputusan, ada koordinasi dengan menteri-menteri Panglima Angkatan. Saat itu rapat di Kostrad, dan semua dikonsep. Setelah jam 1 malem (12 Maret) saya tandatangani, jadi berlaku perintah bubarkan PKI," ujar Soeharto.

Baca: Kelebihan Perumahan Tempino Asri, DP Ringan Hingga Permudah Urusan Syarat Administrasi

Baca: Hanya Litbang Kompas yang Daftar Quick Count di KPU Jambi

Baca: Ayo Beramal, Sumbangkan Darahmu di Gramedia Jambi, Minggu (10/4) Besok

Baca: Promo Perumahan Griya Raya, Hanya Rp 6,5 Juta Langsung Terima Kunci

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved