Hilda Pilih Kabur Karena Menolak Dijodohkan, di Kirgizstan Pria Kerap Culik Wanita Muda
Ternyata Hilda dijodohkan dengan Iyep sejak kecil, seorang pegawai di kantor Desa Cikawung. Kisahnya membuat pilu.
Ternyata Hilda dijodohkan dengan Iyep sejak kecil, seorang pegawai di kantor Desa Cikawung. Kisahnya membuat pilu.
TRIBUNJAMBI.COM - Hilda Fauziah (18), gadis cantik asal Kampung Cijambu, Desa Cikawung, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan hilang sejak November 2018.
Gadis cantik anak pasangan Sahik dan Ailah ini, diduga meninggalkan rumah karena menolak dinikahkan dengan pria pilihan orangtuanya.
Saat dihubungi, Ibunya Hilda, Aila menuturkan, anaknya meninggalkan rumah sejak 4 November lalu, tepatnya dua pekan sebelum mau dinikahkan.
"Awalnya mau dinikahkan, dua minggu lagi menuju hari H, pernikahan yang direncanakan tidak terlaksana," tuturnya, Kamis (21/2/2019).
Ailah menduga, Hilda pergi tanpa pamit karena menolak dijodohkan, tapi tidak berbicara langsung kalau dirinya menolak dinikahkan.
Baca Juga:
Cek Siapa yang Jatuh Cinta, Ramalan Zodiak 22 Februari 2019 Gemini dan Taurus Bersuka Cita
Buni Yani Curhat Lewat Secarik Kertas di Dalam Sel, Satu Sel dengan Pembunuh dan Sebut Nama Ahok
Jadwal Laga Home United vs PSM Makassar di AFC CUP 2019, Ini Prediksi Susunan Pemain Tim Juku Eja
Bocor! Daftar Calon Menteri Kabinet Prabowo-Sandi, Fadli Zon Jadi Mendagri, Dahnil Anzar Mensesneg
Upaya menghubungi teman sekolah Hilda belum membuahkan hasil.
Setelah mencari informasi kesana kemari lanjit Ailah dirinya mencurigai anaknya pergi dengan seorang pria yang diduga pacarnya.
Informasi yang diperolah keluarga dari teman saat Hilda belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kecamatan Pancatengah, Hilda berpacaran dengaan seorang lelaki.
"Setahu saya waktu di pesantren, anak itu kenal dan ada yang pengen orang Bandung. Nah kami curiga karena anak saya hilang, si lelaki itu juga tidak ada di pondok. Saya curiga tapi tidak ada bukti. Saya dapat informasi itu dari teman anak saya waktu di pondok," kata Ailah.
Selain meminta informasi dan bantuan kepada teman Hilda, keluarganya juga melaporkan hilangnya putri tercintanya tersebut kepada Kepolisian Polsek Pancatengah.
Kapolsek Pancatengah, AKP Jonnaedi, menuturkan setelah menerima laporan, anggotanya langsung melakukan pencarian.
"Kita sudah lakukan cek pos melalui hpnya, ke temen temannya juga. Pokoknya setiap ada informasi baru, kita telusuri," Kata Jonnardi saat dikonfirmasi.

"Karena tidak ada yang datang menculik, justru Hilda yang pergi karena menolak dinikahkan dengan lelaki pilihan orang tua," kata Jonnaedi.
Ternyata Hilda dijodohkan dengan Iyep sejak kecil.
Kedua orangtuanya menjodohkannya dengan seorang pemuda bernama Iyep (21), pegawai di kantor Desa Cikawung Kecamatan Pancatengah, Tasikmalaya.
Soal perjodohan ini tidak diketahui Hilda.
Gadis cantik ini baru mengetahuinya beberapa bulan sebelum hari pernikahannya.
"Dijodohin sejak kecil, tapi Hilda enggak dikasih tahu. Baru dikasih tahu beberapa bulan sebelum rencana pernikahan pada November 2018," lanjut Kapolsek Pancatengah AKP Joonaedi.
Informasi itu menurutnya diperoleh dari keterangan pihak keluarga kepada polisi.
"Saat kita kumpulkan tokoh keluarga dan aparat, keluarga Iyep yang awalnya mau dijodohkan dengan Hilda sudah ikhlas dan tidak akan menuntut apa-apa pada keluarga Hilda," kata Joonaedi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hilda kabur dari rumah 4 November 2018 silam. Hilda memblokir nomor keluarga dan juga teman-temannya. Ia bak hilang ditelan bumi. Keluarga dan polisi masih mencari keberadaan Hilda. (ern/ern)
//
Pilih mengakhiri hidup, Kirgizstan
Salah satu fakta "unik" di Kirgizstan yaitu tingkat penculikan pengantin yang masih tinggi.
Sejatinya, kebiasaan kuno 'penculikan pengantin' yang membingungkan juga masih terjadi di negara-negara termasuk Moldova, Kirgizstan, Chechnya, Armenia, Ethiopia, Kazakhstan, dan Afrika Selatan.
Dilansir dari news.com.au, penculikan pengantin atau "ala kachuu" yang berarti "mengambil dan melarikan diri" sangat umum di Kirgizstan.
Di Kirgizstan, hampir 12 ribu wanita dan gadis muda diperkirakan diculik untuk menikah setiap tahun, kata Women's Support Centre.
Bagi para wanita muda yang mengalaminya, itu adalah cobaan yang benar-benar menakutkan.
Pengantin pria sering mengumpulkan teman-temannya untuk berkeliling mencari wanita muda yang disukai untuk menikahinya.
Para wanita dalam keluarga mempelai pria kemudian mencoba untuk menggertak wanita yang diculik ke dalam pernikahan.

Seperti diberitakan Newsweek, sekitar 84 persen dari wanita yang diculik akhirnya menyetujui pernikahan itu (sisanya berhasil melarikan diri ke rumah).
Kadang-kadang, pengantin pria merudapaksa wanita itu untuk mempermalukannya agar tetap bersama si pria.
Dari 12 ribu kasus penculikan yang dilaporkan pada tahun 2013, 2.000 dari wanita yang diculik tersebut dilaporkan dirudapaksa.
Sebenarnya negara telah melarang penculikan pengantin pada tahun 2013, namun praktik itu terus terjadi.
Perkawinan yang dihasilkan dari penculikan pengantin juga dianggap menyebabkan tingkat penyiksaan dalam rumah tangga dan perceraian yang jauh lebih tinggi.
Bahkan, ada juga sejumlah wanita yang melakukan bunuh diri setelah penculikan. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Gadis Cantik Hilda Fauziah (18) Kabur Jelang Pernikahannya, Ternyata Dijodohkan Sejak Masih Kecil
Sat-81 Kopassus yang Dijuluki Siluman karena Serba Rahasia dan Misterius, Ini Fakta-faktanya
Taktik Kopassus Super Cerdas Tiada Matinya, 30 Hantu Putih Taklukkan 3.000 Musuh Bersenjata
Andrey Dolgov Menyerah di tangan TNI AL Indonesia, Buronan Dunia yang Paling Dicari di Laut
Ria Ricis Nangis Sesenggukan Tahu Chanel YouTube Ia Di-Banned Permanen, 10 Juta Subscriber Hilang