Kisah Militer
Taktik Kopassus 'Super Cerdas' Tiada Matinya, 30 'Hantu Putih' Taklukkan 3.000 Musuh Bersenjata
Kemampuan tempur dan kecerdasan menjadi modal menang pertempuran. Kisah nyata taktik Kopassus yang 'super cerdas' ini terjadi saat ...
Kemampuan tempur dan kecerdasan menjadi modal menang pertempuran dengan gemilang. Kisah nyata taktik Kopassus yang 'super cerdas' ini terjadi saat 30 prajurit menaklukkan 3.000 musuh.
TRIBUNJAMBI.COM - Taktik Kopassus memang tak terduga. Tiba-tiba muncul, kemudian menghilang dengan cepat.
Strategi dan taktik Kopassus selalu berkembang dan berubah-ubah, menyesuaikan medan pertempuran.
Meski jumlah lawan lebih banyak, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak muncur. Berbekal latihan dan kecerdasan, selalu mencari taktik mengalahkan lawan.
Pelatihan fisik dan strategi yang dijalani prajurit Kopassus berbulan-bulan, menjadi bekal saat menjalankan misi.
Ada kisah saat misi operasi anggota Kopassus ( Komando Pasukan Khusus) menjadi pasukan perdamaian PBB.
Kisah ini terjadi pada 1962, saat Kopassus yang masih bernama RPKAD, diminta PBB untuk menjaga perdamaian di Kongo.
Kala itu, Kongo tengah dilanda badai mencekam akibat adanya kumpulan pemberontak.
Akhirnya, Indonesia pun mengirimkan tim terbaik yang dikenal sebagai pasukan Garuda III.
Baca Juga:
Baca: Profil Profesor Intelijen Kopassus dan Profesor Siber Polri, Sama-sama Pangkat Jenderal Senior
18 Hari Hilang di Hutan, Komandan Kopassus Ini Bercerita Soal Sosok Tak Kasat Mata yang Mengikutinya
Siswa Satu Sekolah di Merangin Kena Pungutan Puluhan Ribu, Gara-gara Kelas 3 akan Perpisahan
Fortuner Masuk Jurang 75 Meter, Begini Kondisi 7 Orang Penumpang di Dalamnya
Alasan Pinjam Korek, Napi Coba Kabur Dari Penjara, Ternyata Ia Bersembunyi di Tempat Ini
Fachrori Umar Meluncur ke Gedung KPK, Ini Daftar Pejabat Jambi yang Berurusan dengan KPK
Letjen Kemal Idris saat itu memimpin pasukan Garuda III. Mereka bermarkas di kawasan Albertville.
Membumi di daerah misi
Selama bertugas di sana, pasukan Garuda III mudah beradaptasi dengan warga setempat.
Para anggota Kopassus kerap berinteraksi, hingga mengajarkan cara memasak makanan Indonesia. Tak heran, warga kerap menaruh kepercayaan tinggi.
Alhasil, pergaulan hangat yang dijalin pasukan Garuda III, membuat warga turut bersimpati atas program yang dilancarkan untuk mengamankan daerah tersebut dari pemberontak.