Jambi Pengguna Narkoba Terbesar Keempat, 2.500 Orang Dipenjara Gara-gara Narkoba

Kakanwil Kemenkumham Jambi menggelar sosialisasi brantas Narkoba, bertempat di Lapas Narkotika klas III Muara Sabak.

Jambi Pengguna Narkoba Terbesar Keempat, 2.500 Orang Dipenjara Gara-gara Narkoba
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kakanwil Kemenkumham Jambi menggelar sosialisasi brantas Narkoba, bertempat di Lapas Narkotika klas III Muara Sabak. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kakanwil Kemenkumham Jambi menggelar sosialisasi brantas Narkoba, bertempat di Lapas Narkotika klas III Muara Sabak.

Kegiatan brantas Narkoba tersebut sengaja dilaksanakan di lapas klas III Muara Sabak, yang merupakan satu satunya lapas Narkotika di Provinsi Jambi.

Dikatakan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Ham Provinsi Jambi, Agus Nugroho Yusuf kepada awak media usai acara mengatakan, secara Nasional Provinsi Jambi merupakan peringkat ke IV predaran Narkotika terbesar.

Baca: Narapidana di Lapas Palembang Pesan Ribuan Ekstasi, Janjikan Satu Ons Sabu untuk Kurirnya

Baca: Soal Kenaikan Tarif PDAM, Ini yang Dituntut YLKI Pada Walikota Jambi

Baca: Mediasi Kenaikan Tarif Gagal, YLKI Seret PDAM Tirta Mayang ke Meja Sidang

Baca: Tiga Tahun Irigasi di Desa Ulu Air Rusak, Warga Minta Perhatian Pemkot Sungai Penuh

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya jumlah Narapidana kasus Narkotika yang menjalani pembinaan di beberapa lapas Narkoba yang ada di bawah Kemenkumham.

"Dari 14 lapas dan rutan yang ada di bawah Kemenkumham, saat ini jumlah Narapidananya sudah mencapai 4.200an dan over kapasitas, di mana 60 persenya merupakan tahanan kasus Narkoba. Mulai dari pengguna, pengedar hingga bandar," jelasnya kepada tribunjambi.com Selasa (19/2).

Lanjutnya, tidak dipungkiri untuk kasus Narkoba memang masih kerap terjadi, bahkan ada narapidana yang sudah bebas kembali masuk ke jeruji tahanan juga karena Narkoba.

"Untuk itu bersama Bupati Tanjab Timur kita sepakat untuk memerangi Narkoba yang ada di Jambi terkhusus di Tanjung Jabung Timur," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemusnahan ratusan handphone dari tangan para napi, yang disinyalir sebagai alat pengendalian peredaran Narkotika dati dalam Lapas.

"Ada 330 hanpone dimusnahkan dari seluruh lapas yang ada di bawah Kemenkumham," jelasnya.

Sementara itu Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Harianto mengatakan, Pemda Tanjamtim sangat medukung penuh tertama untuk pemberantasan Narkotika di Provinsi Jambi dan terutama Tanjung Jabung Timur.

Tahun ini pemda tengah melakukan pelatihan untuk barista, kedepan kita meminta pihak terkait dapat memfasilitasi warga binaan agar bisa mengikuti pelatihan barista, sehingga bisa menjadi bekal mereka setelah bebas nanti yang berkoordinasi dengan Nakertrans Kabupaten.

"Bupati tegaskan pula tidak ada ruang bagi Narkoba di Kabupten Tanjab Timur, dan dirinya tidak memungkiri narkoba masih bisa masuk melalui jalur-jalur tikus yang ada," pungkasnya.

Baca: Bawaslu Angkat Bicara Soal Keterlibatan Kades Muhajirin Dalam Safari Politik Sandiaga Uno

Baca: Di Jambi Jumlah Pemilih Masuk Lebih Tinggi Daripada Pemilih Keluar, Ini Penyebabnya

Baca: Tanam Ganja Seluas 1,5 Hektare di Lahan Perhutani, Begini Penampakan Suburnya Tanaman Itu

Baca: 45 Kilometer Jalan Lintas Bungo-Dharmasraya Rusak, Warga Mengeluh Banyak Kecelakaan

Baca: 2.700 Siswa Kurang Mampu di Kota Jambi Dapat Kartu Jambi Cerdas, Ini Fungsinya

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved