Kepala Puskesmas Pauh Diduga Jadi Korban Pungli Dua Pegawai Inspektorat Sarolangun

Oknum pegawai inspektorat yang ada di Kabupaten Sarolangun terindikasi melakukan pelanggaran berupa pungutan liar.

Kepala Puskesmas Pauh Diduga Jadi Korban Pungli Dua Pegawai Inspektorat Sarolangun
tribunjambi/wahyu
Hilallatil Badri, Wabup Sarolangun 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Inspektorat adalah instansi pemerintahan yang tugasnya adalah melakukan pengawasan dan menerima laporan tentang jalannya pelaksanaan urusan di lingkup pemerintahan.

Tapi malah sebaliknya, oknum pegawai inspektorat yang ada di Kabupaten Sarolangun terindikasi melakukan pelanggaran berupa pungutan liar.

Terkait adanya dugaan pungli oleh oknum pegawai inspektorat pada kepala Puskesmas Pauh, membuat Wakil Bupati Sarolangun, Hillalatil Badri mengambil sikap tegas.

Dugaan tersebut, dilakukan oleh dua orang pegawai inspektorat dengan dalih ada temuan anggaran di puskesmas tersebut, sehingga seolah meminta uang agar temuan tersebut tidak dinaikkan.

Baca: Gara-gara Buang Sampah Sembarangan, Dua Warga di Kota Jambi Didenda Rp 3 Juta

Baca: Video: Viral, Siswa Aniaya Petugas Sekolah, Orang Tua Siswa Malah Ikut Bantu Aniaya

Baca: Menteri Susi Minta Kerambah Apung di Danau Kerinci Ditertibkan

Baca: VIDEO: Ini Sosok Offie Dwi Natalia, Wakil Jambi di Ajang Puteri Indonesia 2019

Baca: Krismanto Pucat Dengar Dituntut 12 Tahun Penjara

Wakil Bupati Sarolangun, Hillalatil Badri saat dimintai keterangan soal ini juga membenarkan hal itu.

Menurut Wabup, dirinya telah memanggil dan memproses oknum tersebut dan mereka mengaku melakukan itu.

"Iya, kita sudah panggil yang bersangkutan dan yang bersangkutan itu juga mengaku perbuatannya itu. Dan dia juga sudah minta maaf," kata Hillal.

Atas ulah oknum tersebut, wabup mengaku berdasarkan perintah bupati dia mengambil sikap tegas dengan memindahkan pelaku tersebut.

Hanya saja dia tidak mau menyebutkan nama dan identitas oknum pegawai terkait yang melakukan hal itu.

"Sudah kita ambil sikap tegas kita tindak dan berdasarkan perintah pak bupati juga untuk dipindahkan," katanya tegas.

Selaku orang nomor dua di Kabupaten Sarolangun dan memiliki salah satu tugas sebagai fungsi kontrol termasuk persoalan kinerja para pegawai, dia mengharapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Baca: Kabar Gembira, Pemkab Tanjab Barat Buka Rekrutmen PPPK, Simak Syarat dan Ketentuannya

Baca: Dipanggil KPK, Cornelis Buston Dicecar 30 Pertanyaan

Baca: Cegah Prostitusi Masuk Muarojambi, Bupati Masnah Akan Segera Tetapkan Perda Prostitusi

Baca: Chumaidi Zaidi Tertawa Usai Diperiksa KPK, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebab lanjut dia, pak bupati menginginkan inspektorat sebagai salah satu OPD yang mampu dijadikan contoh, bersih dan bebas dari hal yang melanggar hukum.

"Kita berharap orang orang yang ada disana adalah mereka yang punya hati yang bersih, berintegritas dan mampu berkerja, sehinga inspektorat mampu menjadi contohlah bagi OPD yang lain, contohnya saat memerikasa dana desa P2DK dan anggaran lainnya," tandasnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved