Tak Semua Bisa Beli Sabu di Warung Tersangka, Kepala BNNK Batanghari: 'Harus Pakai Sandi Tertentu'

Saat penangkapan, pihaknya juga menemukan dua bungkus sabu berukuran sedang, dan dua bungkus sabu paket kecil.

tribunjambi/rian
Kepala BNNK Batanghari Kompol M Zuhairi, saat pres rilis, Selasa (12/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Tersangka pengedar narkoba yang diringkus BNNK Batanghari, ternyata juga menyediakan warung sebagai tempat bertransaksi dan mengonsumsi sabu bagi pelanggannya.

Kepala BNNK Batanghari, Kompol M Zuhairi mengatakan, pelaku diringkus berdasarkan laporan masyarakat bahwa di kawasan Desa Agri, kerap terjadi transaksi narkotika.

"Kita selidiki dan hasilnya benar. Kita amankan pelaku di kediamannya yang sekaligus warung tempat bertransaksi dan mengonsumsi narkoba," terang Zuhairi, kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Baca: PSK Dibunuh Pria Hidung Belang Gara-gara Tolak Berhubungan Badan Sebelum Bayar

Baca: Mulai Bulan Depan, Kendaraan Berat yang Nekat Lewat Jalan Ness Ditindak, Ini Hasil Rapat

Baca: BREAKING NEWS: Habib Bahar bin Smith Segera Disidang, Pengadilan Digelar di Kota Bandung

Saat penangkapan, pihaknya juga menemukan dua bungkus sabu berukuran sedang, dan dua bungkus sabu paket kecil.

"Totalnya sekira 4 jie. Jika diuangkan sekitar Rp6 jutaan," kata Zuhairi.

Menurut Zuhairi, untuk masuk ke warung pelaku, tidaklah mudah. Sebab, hanya orang tertentu saja yang bisa masuk dan membeli sabu-sabu di situ.

"Karena orang yang masuk ke situ pakai sandi tertentu yang hanya mereka saja yang tahu," bebernya.

Tersangka diamankan BNNK Batanghari
Tersangka diamankan BNNK Batanghari (tribunjambi/rian)

Baca: Dua Idol Jepang Ini Jual Sisa Air Mandi Mereka jadi Merchandise, Harganya Cukup Fantastis, Tertatik?

Baca: Anggota Dewan Vs Sekretaris DPRD Merangin, Dipicu karena Dugaan Tahan Gaji Ratusan Juta

Baca: Sidang Kedua Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Surabaya Berakhir Bentrok, Ini Penyebabnya

Status pelaku, kata Zuhairi yakni sebagai pengedar dan pengguna sabu. Pasalnya, dari hasil tes urine tersangka positif mengandung zat adiktif.

"Dan, dijualnya kepada para pekerja di PT Asian Agri. Dia juga mendoktrin pekerja di sana bahwa mengonsumsi sabu bisa membuat bekerja tanpa lelah," sebutnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai asal usul barang haram yang dimiliki Lukman.

Baca: Fenomena Supermoon Terjadi 19 Februari, Jupiter dan Bulan Berdekatan

Baca: Polda Jambi Gelar Seminar Say No To Hoax & Cyber Crime, Dihadiri Relawan Capres-Cawapres

"Namun, dari pemeriksaan sementara pelaku mendapatkan barang haram itu dari luar Kabupaten Batanghari. Jaringannya ini terputus," jelasnya.

Lukman terancam UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved