RSUD Kuala Tungkal Tangani 49 Pasien DBD, 1 Anak Meninggal. Dinkes Akui Belum Punya Data

"Dari total 49 pasien, 32 pasien pulang sehat yang terdiri dari 27 pasien anak-anak dan 5 pasien dewasa," ungkapnya, ditemui wartawan diruang kerjanya

RSUD Kuala Tungkal Tangani 49 Pasien DBD, 1 Anak Meninggal. Dinkes Akui Belum Punya Data
tribunjambi/darwin
Pelayanan di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal 

Untuk pencegahan, disebutkan Hartati, Dinas Kesehatan lebih berwewenang, karena menurutnya rumah sakit hanya fasilitas perawatan atau pelayanan.

Baca: KPU Bungo Akomodir Pemilih yang Menggunakan Suket, Tapi Syaratnya Suket Harus dari Instansi Ini

Baca: Taruna ATKP Makassar Tewas Setelah Dipukuli Senior, Ayahnya Tak Menduga Itu Pelukan Terakhir

Baca: Surat Habib Bahar Beredar di Media Sosial Isinya Tentang Perjuangan, Begini Kondisinya di Penjara

"Saya rasa itu lebih tepat komfirmasi ke Dinkes. Kalau kita dirumah sakit juga ada program kesehatan dengan melakukan sosialisasi pencegahan seminggu sekali sesuai musim. Seperti contohnya minggu ini lagi musim DBD maka perawat bersosialisasi dengan pasien ataupun warga terkait cara pencegahan DBD, begitupun penuakit lainnya," terangnya.

Terpisah, Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjabbar, dr Johanes saat dimintai data secara keseluruhan kasus DBD di Tanjabbar per awal tahun 2019 ini memilih bungkam.

"Kasus DBD yang mana lagi, kemaren kan data per Januari 2019 sudah kita sampaikan ke media, baik media TV, cetak, dan online kan sudah semua. Nah ini media mana lagi yang belum," tegas Johanes ke beberapa wartawan yang ingin konfirmasi diruangannya, Rabu (6/2/2019).

Baca: 337 SMAN 1 Kuala Tungkal, Siap Ikuti UNBK. Kekurangan Komputer, Bisa Pinjam dengan Orangtua Siswa

Baca: Surat Habib Bahar bin Smith dari Balik Penjara Viral di Medsos, Penjara Seperti Surga dan Neraka

Baca: Semua Siswa di Kota Jambi, Bisa Ikut UNBK, Dinas Pendidikan Tunggu 800 Unit Komputer

Baca: Aktor Leonardo DiCaprio Hampir Jadi Korban Khabib Nurmagomedov saat Bertarung di UFC 229

Bahkan, Johanes meminta wartawan untuk memberitahu terlebih dahulu sebelum datang ke ruangannya.

"Seharusnya kabari saya dulu sehari atau dua hari sebelum ke sini. Jadi, bisa kami siapkan datanya. Kita di Dinkes ini laporan masuk per satu minggu sekali," sebutnya.

Lebih lanjut, dirinya meminta wartawan untuk menanyakan data kasus DBD tersebut ke kepala seksinya, Dian, yang juga tidak bisa memberi data yang falid. Sehingga meminta wartawan untuk memberi waktu sehari atau dua hari untuk menyiapkan datanya. (*)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved