38 SMP dan MTs di Muarojambi Tak Bisa Ujian Berbasis Komputer, Disdik Muarojambi Paparkan Alasannya

Sebanyak 38 Sekolah di Kabupaten Muarojambi belum bisa menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun ini.

38 SMP dan MTs di Muarojambi Tak Bisa Ujian Berbasis Komputer, Disdik Muarojambi Paparkan Alasannya
TRIBUNJAMBI/SUCI RAHAYU
Siswa sedang mengerjakan UNBK tingkat SMP, Selasa (2/5). Akibat padamnya listrik pada Selasa (2/5) pagi, 6 unit CPU komputer yang digunakan untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) oleh siswa di MTS Negeri Muara Bulian yang beralamat di Jalan Sultan Taha, Kelurahan Rengas Condong mengalami kerusakan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Sebanyak 38 Sekolah di Kabupaten Muarojambi belum bisa menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tahun 2019 ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Muarojambi, Kasyful.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian SMP/ MTs di Kabupaten Muarojambi yang belum bisa menggunakan UNBK akan melaksanakan UN dengan berbasis kertas dan pensil (UNKP).

"Total sekolah SMP dan MTs itu ada 67. Dari total itu ada 38 sekolah yang belum bisa menyelenggarakan UNBK," ujar Kasyful.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai.

Baca: IRT di Kasang Pudak Ditangkap Karena Jadi Bandar Sabu, Ungkap Sabu dari Napi di Lapas Jambi

Baca: MOTOGP 2019 - Tim Pabrikan & Satelit Luncurkan Motor Barunya, Ini Daftar Pebalap & Jadwal Balapnya

Baca: VIDEO: Lieus Sungkharisma Mengamuk Karena Tak Diizinkan Jenguk Ahmad Dhani

Baca: Terbaru Gunung Merapi, Hari Ini Enam Kali Muntahkan Lava Pijar

Baca: Sudjiwo Tedjo Tanggapi Pernyataan Propaganda Rusia Ala Jokowi yang Diprotes Kedubes Rusia

Tercatat peserta yang akan ujian menggunakan UNKP dari 38 sekolah tersebut mencapai mencapai 1.675 siswa.

Ia menambahkan, meski sekolah menggelar UN dengan sistem kertas dan pensil, namun pihaknya tetap menjaga keamanan pelaksanaan UNKP tersebut.

Kasyful memastikan tidak akan ada kebocoran soal, sebab penjagaan bukan hanya pada saat UN berlangsung, tetapi juga dimulai saat pendistribusian soal.

"Penjagaannya tetap ketat hingga memang tidak ada kebocoran soal. Karena penjagaan itu dari mulai pendistribusian, sampai dengan pelaksanaan kita jaga," terangnya.

Kabid Pembinaan SMP ini juga mengungkapkan bahwa 2019 ini, sekolah yang akan mengikuti UNBK meningkat dari tahun lalu. Meskipun tidak secara langsung, Ia mengatakan bahwa di tahun ini ada 4.348 siswa yang akan mengikuti UNBK.

"Yang gelar UNBK ada 29 sekolah dengan siswa 4.348 orang. Kalau saya lihat (data) mengalami kenaikan. Kalo untuk total siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 6.023 orang. Dari jumlah itu sebanyak 3.053 orang adalah siswa laki-laki. Sisanya sebanyak 2.970 orang adalah perempuan," ungkapnya.

Ia berharap dalam pelaksanaan UNBK tahun 2019 ini bisa berjalan lancar tanpa kendala. Ia juga berpesan kepada kepala sekolah dan guru untuk mempersiapkan anak didiknya semaksimal mungkin, sehingga nantinya lulus 100 persen.

"Pihak sekolah tidak bisa berleha-leha lagi maupun santai. Mereka juga harus meningkatkan standar kelulusan. Berikan yang terbaik untuk anak didik, kesiapan juga harus lebih baik dalam menghadapi UN," pungkasnya.

Baca: Jokowi Tuding Pihak Lawannya Gunakan Propaganda Rusia, Ini Jawaban Prabowo dan Protes Kedubes

Baca: Kakanwil Kemenkumham Jambi Sebut Maling Sandal Tak Perlu Dipenjara, Ini Alasannya

Baca: Gagal Curi HP, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Warga

Baca: Niat Doakan Jokowi Jadi Presiden Malah Tersebut Prabowo Subianto, Gus Majid Jelaskan Doa Mbah Moen

Baca: Sehari Jelang Imlek, Rame-rame Warga Kuala Tungkal Jual Emas

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved