Editorial
ASN Terbukti Narkoba Dipecat
Lebih heboh lagi, para pelaku tak segan-segan melibatkan oknum pegawai negeri, oknum aparat mulai dari polisi, militer, sampai petugas lapas dengan im
SELAIN praktik korupsi, negara kita juga tengah dironngrong masalah narkoba. Seluruh sendi kehidupan kita sudah dirasuki penyalagunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Pelaku penyalahgunaan tersebut bukan hanya generasi muda, melainkan sudah masuk pula ke aparat dan penyelennggara negara.
Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Indonesia menjadi sasaran empuk para bandar narkoba untuk melakukan penetrasi pasar. Kasus luar biasa terkait narkoba banyak sekali terjadi di tanah air.
Kasus besar-besar yang terjadi selama ini sungguh menunjukkan betapa Indonesia menjadi pasar potensial peredaran narkoba bagi sindikat internasional.
Narkoba dimasukkan lewat darat, laut dan udara.
Lebih heboh lagi, para pelaku tak segan-segan melibatkan oknum pegawai negeri, oknum aparat mulai dari polisi, militer, sampai petugas lapas dengan iming-iming uang.
Terkait ancaman bahaya narkoba, kita sangat mengapresiasi sikap tegas yang diambil pemerintah kota Jambi. Wakil Walikota Kota Jambi Maulana menegaskan tidak akan ada ampun bagi aparat sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahan kota Jambi yang terbukti terlibat narkoba.
Seperti diungkapkan di media ini, kemarin, Maulana mengatakan jika ada ASN yang tertangkap tangan terlibat narkoba, maka kepada yang bersangkutan akan dipecat dari lingkungan pemerintahan Kota Jambi.
Baca: Tarif yang Dipasang Mucikari Pr*stitusi Online Honorer Dinas PU Kalbar, Mahasiswi Ini Nggak Tahan
Baca: Anak Gubernur Kena Pungli Rp 200 Ribu, Bapaknya Marah-marah di Depan Puluhan Kades dan Camat
Baca: 5 Hal yang Bisa Dilakukan Buat Para Jomblo yang Bingung di saat Hari Valentine Bulan Februari Ini
Dalam rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat bersama BNN Jambi dan MUIserta kementerian agama disepakati bahwa seluruh elemen masyarakat terkait dan OPD didukung sepenuhnya untuk memerangi penyalahgunaan narkoba.
Pemkot Jambi menyebutkan sudah memasukkan program tersebut ke seluruh OPD di lingkup Kota Jambi. Termasuk ke MUI dan kementerian agama.
Pemerintah kota Jambi sangat mendukung upaya agar masyarakat terbebas dari Narkoba.
Program tersebut diantaranya adalah memasukkan penilaian indikator lingkungan bebas narkoba dalam program kampung bantar.
Harus diakui, kasus penyelundupan, penyebaran, dan penyalahgunaan penggunaan narkoba jenis sabu-sabu dampaknya jauh lebih besar.
Yang terkena secara langsung adalah rakyat, yang jika terus berlangsung dalam skala masif, akan menggerogoti bangsa dan negara ini.

Pada kondisi seperti saat ini kita mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah, sebagaimana yang pernah dikatakan Presiden Joko Widodo.
Tegas saja terhadap pengedar narkoba. Jika melawan, langsung ditembak saja. Jangan diberi ampun. Karena kita betul-betul berada di posisi darurat narkoba.***