M Syaihu Cs tak Terbukti Lakukan Pelanggaran Administratif Pemilu, Ini Putusan Bawaslu Sarolangun

Persidangan dilaksanakan Senin (7/1/2019) dipimpin majelis hakim, Mudrika SH MH, didampingi Edi Martono SE dan Johan Iswadi SP.

M Syaihu Cs tak Terbukti Lakukan Pelanggaran Administratif Pemilu, Ini Putusan Bawaslu Sarolangun
tribunjambi/wahyu
Sidang putusan Bawaslu Sarolangun, menolak laporan Ketua DPC PDIP Sarolangun 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herlyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - M Syaihu Cs tidak terbukti melakukan pelanggaran administrasi Pemilu. Hal itu tertuang dalam putusan Bawaslu Sarolangun, terkait laporan Ketua DPC PDIP Sarolangun.

Bawaslu menolak laporan Syahrial Gunawan sebagai pelapor, dan sebaliknya memenangkan H M syaihu, Hapis dan Jannatul Pirdaus sebagai terlapor.

Persidangan dilaksanakan Senin (7/1/2019) dipimpin majelis hakim, Mudrika SH MH, didampingi Edi Martono SE dan Johan Iswadi SP.

Baca: Wayne Ronney Ditangkap Polisi karena Oplos Dua Benda Ini, Hingga Dilarang Lakukan Ini

Baca: Pengusaha Tajir Mau Bayar 80 Juta Untuk Main dengan Vanessa Angel, Terungkap Alasannya

Putusan sidang yang dibacakan Mudrika, menyatakan laporan nomor : 002/ADM/BWSL/PEMILU/KAB/XII/2018 bahwa terlapor tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administratif Pemilu.

"Laporan pemohon tidak diterima," sebut Mudrika.

Diterangkan Mudrika, adapun pertimbangan hakim majelis, bahwa berdasarkan fakta di sidang pemeriksaan para terlapor ditetapkan oleh KPU Sarolangun kedalam Daftar Calon tetap (DCT) anggota DPRD Sarolangun pada tanggal 20 September 2018 untuk Pemilu 2019 karena terlapor telah memenuhi syarat pencalonan sebagaimana telah ditentukan dalam pasal 240 Undang-Undang Nomor 7 pasal 8 dan pasal 27 PKPU Nomor 31 Tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

Baca: Cuaca Ekstrem, Nelayan Sulit Dapatkan Ikan, Harga Ikan di Pasar Tanggo Rajo Ilir Laut Ikut Naik

Baca: Berstatus Tersangka Korupsi, Nama Caleg Tidak Dicoret dari DCT

“Ketiga terlapor telah mengundurkan diri sebagai pimpinan dan anggota DPRD Sarolangun dan terlapor tidak pernah menarik kembali surat pengunduran diri. Pada dasarnya telah memenuhi prosedur sebagaimana diatur pasal 7 ayat (1) huruf T dan pasal 8 ayat (1) angka 8 PKPU Nomor 31 Tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU Nomor 20 Tahun 2018,” jelas Mudrika.

Sementara itu, berdasarkan fakta sidang pemeriksaan ketiga terlapor tidak terbukti melakukan perbuatan atau tindakan yang melanggar tata cara, prosedur atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi
pelaksanaan Pemilu.

Terkait dengan masih aktifnya atau masih melaksanakan tugas, wewenang dan dan kewajiban ketiga terlapor sebagai pimpinan dan anggota DPRD bukan dalam ranah kewenangan Bawaslu Sarolangun untuk menilai dan memeriksanya.

Baca: Belum Ada Petunjuk Teknis Terkait P3K, BKPSDM Tanjabtim Imbau Warga Hati-Hati dengan Modus Penipuan

Baca: Ular Piton Sepanjang 4 Meter Picu Kepanikan karena Lolos dari Bonbin, Ketemu di Lokasi Tak Terduga

Baca: Sudah Tidur Bersama, Wanita Ini tak Sadar Kekasihnya Ternyata Wanita, Terungkap Gara-gara Uang

Terpisah, kuasa hukum terlapor, Samaratul Fuad SH mengatakan, bahwa laporan dari pelapor tidak dikuatkan dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Pencalonan H M Syaihu, Hapis dan Jannatul Pirdaus sebagai anggota DPRD sudah mengikuti mekanisme, sebaliknya persolan di DPRD memang tidak bisa dipadukan dengan persoalan DCT KPU. Sebab aturan yang mengaturnya dua hal tersebut berbeda," katanya.

Baca: Program WTE Belum Bisa Difungsikan, Pemkot Tunggu Serahterima dari KLHK

Baca: 6 Fakta Bisnis Pemuas Berahi di Kalangan Selebriti Tanah Air, Perputaran Uang Gila-gilaan

Perlu diketahui, Syahrial Gunawan sebagai pelapor minta hakim majelis Bawaslu Sarolangun mengeluarkan M Syaihu dan Hapis dari DCT. Sebab, masih aktif sebagai anggota DPRD dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dari Parpol yang berbeda pada Pemilu.

Dalam sidang itu, pembacaan amar putusan sempat diskors, sebab kumandang azan yang menandakan sudah masuk waktu salat zuhur. Tapi saat sidang dibuka kembali oleh majelis hakim, sepertinya pelapor Syahrial Gunawan menghilang dan tidak mengikuti proses pembacaan putusan hingga selesainya persidangan.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved