Viral Ali Kalora Pimpinan Teroris Poso, 3 Fakta Kekejamannya, Rekannya Tewas di Operasi Tinombala
Sosok Ali Kalora yang kontroversional menjadi perbincangan banyak pihak lantaran ia disebut-sebut sebagai pemimpin kelompok teroris Poso.
“Teman-teman yang di belakang kurang lebih 15 orang turun juga langsung melakukan pengejaran dan penembakan. Para pelaku melarikan diri ke atas gunung,” tutur Dedi.
Setelah selama kurang lebih 30 menit bertahan di lokasi, tim dapat mengevakuasi dua anggota yang terkena tembakan dan langsung menuju Puskesmas Sausu untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Suasana di Puskesmas Sausu, Jl Trans Sulawesi, Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (31/12/2018). Dua aparat kepolisian menjadi korban setelah kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata.
Dua polisi yang terluka akibat terkena tembakan saat kontak senjata dengan kelompok MIT masih dirawat di RS Bhayangkara Palu.
Dilaporkan Kompas TV, Rabu (2/1/2019), setelah operasi pengangkatan proyektil, kondisi Bripda Baso dan Bripka Andrew mulai membaik.
Baca: Profil Letjen TNI Doni Monardo, Karir di Kopassus Melejit karena Operasi Pembebasan Sandera MV Kudus
Saat ini keduanya telah dipindahkan ke ruang perawatan RS Bhayangkara Palu.
3. Pimpinan Teroris Poso Pengganti Santoso
Ali Kalora alias Ali Ahmad merupakan pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Ali lahir di Kalora, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah.

Ali Kalora
Nama 'Kalora' di namanya, diambil dari wilayah tempatnya dilahirkan, sehingga nama Ali Kalora seringkali digunakan di media massa.
Pada 18 Juli 2016, setelah kematian Santoso, Ali Kalora diduga menggantikan posisi Santoso sebagai pemimpin di kelompok MIT bersama dengan Basri.
Setelah Basri ditangkap Satgas Tinombala, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menetapkan Ali Kalora adalah target utama dari Operasi Tinombala.
4. Istrinya Ditangkap Saat Hamil 8 Bulan
Ali Kalora memiliki seorang istri yang bernama Tini Susantika, alias Umi Farel.
Perempuan ini ditangkap Satgas Tinombala dalam keadaan hamil delapan bulan.
Baca: Profil Letjen TNI Doni Monardo, Karir di Kopassus Melejit karena Operasi Pembebasan Sandera MV Kudus
Istri Ali Kalora ditangkap di daerah Poso Kota, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2016 lalu.
5. Orang Paling Diburu Satgas Tinombala
Tim Satgas Tinombala dibantu Brimob masih mengejar kelompok teroris Poso pimpinan Ali Kalora.

Foto Dokumentasi Apel Pasukan BKO Brimob Kelapa Dua Mabes Polri Untuk Operasi Tinombala 2017
Polisi mengimbau agar sisa anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, pimpinan Ali Kalora tersebut menyerahkan diri.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Tinombala Polda Sulawesi Tengah masih mengejar tujuh anggota MIT.
Baca: Manchester City vs Liverpool, LIVE RCTI Jumat (4/1) Pukul 03.00, The Reds Dibayangi Skor Buruk 5-0
“Mereka (Kelompok MIT) yang aktif di hutan dan terus dikejar oleh Satgas dan diimbau untuk menyerahkan diri,” kata Dedi dikutip dari Kompas.com, Rabu (2/1/2019).
Ketujuh orang itu adalah Ali Kalora alias Ali Ahmad, Qatar alias Farel, Abu Alim, Kholid, M Faisal alis Namnung, Nae alias Galuh, dan Basir alias Romzi.
Dedi mengatakan untuk melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok MIT, polisi mengerahkan dua satuan setingkat peleton (SST) atau 120 personel Brimob.
Pasukan ini akan membantu Polres Parigi Moutong. “Penegakan hukum saat ini Satgas berupaya laksanakan upaya paksa, berupa penangkapan, setelah itu baru proses sidik sampai pelimpahan BAP ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ujar Dedi.
Baca: Profil Letjen TNI Doni Monardo, Karir di Kopassus Melejit karena Operasi Pembebasan Sandera MV Kudus
Dedi mengungkapkan bahwa saat ini polisi telah menguasai lokasi tempat penembakan dua anggota polisi setelah baku tembak dengan kelompok itu.
Dalam pengejaran itu polisi menemukan beberapa barang bukti di lokasi.
Barang atau benda yang diamankan di antaranya tiga bom lontong, satu teropong siang, tiga sendok makan, tiga toples plastik kecil berisikan sembilan biji buah kurma dicampur kue, dua amunisi aktif kaliber 5,56.
Baca: Sniper SAS Inggris Dianggap Bau Kencur di Hadapan 7 Sniper Tersohor Ini, Ada Sniper Indonesia Lho
Selain itu tujuh selongsong amunisi kaliber 5,56, satu baju kaos berkerah, satu sebo warna hitam, tiga botol air mineral, dan empat jeriken kosong isi dua liter.
Polisi juga menemukan satu sepeda motor Suzuki 250 cc milik korban Bripka Andrew yang berboncengan dengan Bripda Baso.
Operasi Tinombala sendiri adalah operasi yang dilancarkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada tahun 2016 di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Operasi ini melibatkan satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Raider, dan Kopassus yang tergabung dalam Satgas Tinombala.
Menurut TNI dan Polri, Operasi Tinombala berhasil membatasi ruang gerak kelompok Santoso dan membuat mereka berada dalam kondisi "terjepit dan kelaparan".
Pada tanggal 18 Juli 2016, Santoso alias Abu Wardah tewas ditembak oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala setelah terjadinya baku tembak di wilayah desa Tambarana.(*)
Baca: Pembebasan Sandera MV Sinar Kudus Oleh Kopassus, Denjaka dan Kopaska Melejitkan Letjen Doni Monardo
Baca: PREDIKSI City vs Liverpool: 5 Faktor Ini Tak Berpihak Pada The Reds, Tonton di RCTI Pukul 03.00
Baca: Profil Letjen TNI Doni Monardo, Karir di Kopassus Melejit karena Operasi Pembebasan Sandera MV Kudus
TONTON VIDEO TERBARU KAMI: DETIK-DETIK AWAN TSUNAMI MUNCUL DI LANGIT KOTA MAKASSAR
IKUTI INSTAGRAM KAMI:
BERITA SUDAH DIMUAT DI GRID DENGAN JUDUL 5 FAKTA ALI KALORA PIMPINAN TERORIS POSO...