Sampaikan Pembelaan, Mantan Kadis Bunhut Sarolangun Ini, Menangis di Persidangan

"Tidak ada sedikit pun saya bermaksud untuk melakukan korupsi dalam pembangunan kompleks perumahan itu," kata Joko.

Sampaikan Pembelaan, Mantan Kadis Bunhut Sarolangun Ini, Menangis di Persidangan
tribunjambi/mahreza
Terdakwa Joko Susilo menyampaikan pledoi di Pengadilan Tipikor Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu di antara terdakwa dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan perumahan PNS Sarolangun, Joko Susilo menjatuhkan air mata saat menyampaikan pledoinya, Rabu (2/1/2019).

Dalam pledoinya, Joko Susilo selaku mantan Kepala Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pemkasa, mengaku hanya berusaha membantu terwujudnya keinginan para PNS di Kabupaten Sarolangun untuk memiliki rumah.

"Tidak ada sedikit pun saya bermaksud untuk melakukan korupsi dalam pembangunan kompleks perumahan itu," kata Joko.

Baca: Kejari Muarojambi, Buka Posko Pengaduan Suap, Pungli, dan Gartifikasi Penerimaan CPNS

Baca: 20 Terdakwa Penyelundupan Lobster, Divonis Sama. Ini Putusan Majelis Hakim PN Jambi

Baca: Kisah Pemakaman Presiden Soeharto Ada Bunyi Ledakan Aneh, hingga Cuaca Tidak Biasa

PNS yang telah mengabdikan dirinya lebih dari 20 tahun ini menyampaikan, memiliki anak-anak yang butuh pengayoman.
Selain itu, saya juga seorang suami, yang menjadi tulang punggung bagi keluarga saya," lanjutnya.

Terakhir, dia menyampaikan permohonan maafnya.
Lebih lanjut, tim penasihat hukum terdakwa juga menyampaikan, bahwa unsur-unsur yang disampaikan jaksa penuntut umum dalam tuntutan beberapa waktu lalu tidak terbukti.

Selain itu, tim penasihat hukum juga menegaskan, terdakwa tidak terjerat dalam dakwaan primer atau pun subsider.

Baca: Mantan Kadishut Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Ini Perannya di Kasus Perumahan PNS Sarolangun

Baca: Kisah Pilu, Nenek Ini Dibebaskan Meski Telah Memutilasi Putranya Sendiri Jadi 70 Bagian

Baca: 8 Manfaat Minum Air Perasan Jeruk Nipis, Satu di Antaranya Mencegah Kanker

"Untuk itu, kami meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa penuntut umum," kata Damei Sibarani, satu di antara penasihat hukum terdakwa.

Dapat diinformasikan, sebelum ini JPU Kejati Jambi menuntut Joko Susilo selama 1,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Joko Susilo dituntut dengan dakwaan subsider, pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 KUHP.

Perlu diketahui, perkara ini menjerat tiga terdakwa. Mereka adalah M Madel selaku mantan Bupati Sarolangun, Joko Susilo selaku mantan ketua KPN Pemkasa, dan Ferry Nursanti selaku rekanan.

Kasus perumahan PNS Sarolangun merupakan pembangunan rumah 600 unit sesuai perencanaan. Namun, yang terealisasi hanya 60 rumah.

Berdasarkan temuan BPK, terdapat kerugian negara pada pelepasan hak atas aset berupa tanah milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang luasnya 241.870 meter persegi dengan nilai sekitar Rp 12,956 miliar.(*)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved