Kisah Orang Kayo Hitam dan Keris Siginjai yang Melegenda, Hingga Terbunuhnya Pembuat Keris Sakti

TRIBUNJAMBI.COM - Di saat Jambi masih di bawah naungan Kerajaan Mataram, Orang Kayo Hitam anak bungsu

Kisah Orang Kayo Hitam dan Keris Siginjai yang Melegenda, Hingga Terbunuhnya Pembuat Keris Sakti
Ist
REPLIKA - Tiruan keris Si Ginjei yang ada di Museum Perjuangan Rakyat Jambi. Sejumlah ahli keris tak mampu membuat replika keris yang pernah dipegang oleh Sultan Thaha tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM --- Di saat Jambi masih di bawah naungan Kerajaan Mataram, Orang Kayo Hitam anak bungsu dari suami istri Datuk Paduko Berhalo dengan Puteri Selaras Pinang Masak selalu memberontak terhadap kerajaan Mataran dan tidak menyetujui pemberian upeti kepada Mataram.

"Orang Kayo Hitam selalu mencegat upeti yang akan diberikan Kerajaan Melayu kepada Kerajaan Mataram," jelas satu di antara staff Museum Siginjai Jambi dalam percakapannya dengan Tribun beberapa waktu yang lalu.

Mengetahui perilaku Orang Kayo Hitam maka Kerajaan Mataram merasa diusik dan mengambil tindakan tegas dengan meyuruh Empu di Pulau Jawa membuat keris khusus guna membunuh Orang Kayo Hitam.

Baca: Kopi Maut Renggut Nyawa Si Cantik Mirna, Ini Cara Jessica Kumala Wongso Lolos Jerat Vonis 20 Tahun

Baca: Jadi Inspirasi, 3 Konsep Prewedding Ini Bakal Booming di Tahun Baru 2019, Pemandangan yang Indah

Baca: 10 Film yang Bakal Hits 2019, sudah Ditunggu Sejak Tahun Lalu, Catat Tanggal Tayang Perdananya

Baca: Jelang Big Match Liverpool vs Manchester City, Ini Prediksi dari Dua Kubu yang akan Habis-habisan

"Untuk membunuh Orang Kayo Hitam dikatakan ramalam ahli nujum dari Pemalang saat itu butuh Keris khusus yang terbuat dari Sembilan jenis besi, ditempa 40 Jumat dan disepuh dengan air 12 muara," lanjutnya.

Kekebalan dan kesaktian yang dimiliki Orang Kayo Hitam menjadi alasan dibutuhkan alat khusus untuk membunuhnya.

Belum sempat menyelesaikan pembuatan Keris tersebut, Orang Kayo Hitam sudah mengetahui tindakan Raja Mataram dan segera mencari siapa pembuat Keris.

Baca: Isi Sindiran Pedas Sandiaga Uno untuk Elite Partai yang Belum Nyumbang, Bandingkan Tukang Ojek

Baca: VIDEO: Ini Penjelasan BMKG Terkait Awan Tsunami di Langit Makassar

Baca: Siapa Sebenarnya Mr Bean? Akhirnya Terkuak Asal-usul dari Karakter Legendaris di Dunia Ini

Tak butuh waktu lama Orang Kayo Hitam menemukan Empu pembuat Keris dan meminta Keris tersebut secara baik-baik.

"Empu tidak menyerahkan Keris tersebut dan membuat Orang Kayo Hitam emosi kemudian memintanya secara paksa," tuturnya.

Setelah perlawanan panjang, akhirnya Raja Mataram menghampri Orang Kayo Hitam dan berupaya melakukan penawaran untuk meredamkan amarah Orang Kayo Hitam.

Baca: Makanan Rahasia Jokowi, Pramugari Pesawat Kepresidenan Pun Tak Berani Bocorkan, Mengapa?

Baca: Fahri Hamzah: Kalau Saya jadi Presiden Indonesia Lawyer Club, Itu yang Saya Protes Pertama

Baca: Sandiaga Sindir Partai Demokrat, PKS, dan PAN yang Belum Sumbang Dana Kampanye, Begini Alasan Partai

Raja Mataram kemudian menawarkan untuk menyandingkan Kerjaan Mataram dengan Kerajaan Melayu. Orang Kayo Hitam diperkenalkan dengan putri Raja Mataram yang bernama Puteri Mayang Mangurai.

Tak berpikir panjang Orang Kayo Hitam menerima tawaran Raja untuk bersanding dengan putri Raja.

Saat pernikahan itulah Keris Siginjei diberikan kepada Orang Kayo Hitam dan digunakan sebagai Gonjai atau alat untuk menggulung rambut panjang Orang Kayo Hitam.

Baca: Waspada Tsunami Susulan Banten dan Lampung Susulan, BMKG: Ada Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau

Baca: Perjalanan Kasus Si Kopi Maut, Kesedihan di Balik Gestur Jessica Kumala Wongso

Baca: Ini 3 Laporan Dana Kampanye yang Tidak Boleh Dilupakan Peserta Pemilu

"Dari kata Gonjai itulah muncul sebutan Ginjei dan kini dikenal Siginjei," jelasnya.

Melalui kesaktiaan Orang Kayo Hitam dan segala upayanya kini Kerajaan Jambi dapat berdiri dan masyarakat Jambi kini bisa hidup dengan tenang. Melalui sejarah kita mengetahui bahwa Orang Kayo Hitam memiliki kesaktian yang luar biasa.

Baca: Daftar 40 HP Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai 1 Januari 2019, dari Nokia hingga iPhone

Baca: KRONOLOGI 2 Polisi Tewas Akibat Baku Tembak dengan Kelompok Sipil Bersenjata, Diserang Tiba-tiba

Hingga kini makam Orang Kayo Hitam yang terletak di pinggir sungai Batanghari masih sering dikunjungi. Orang berziarah dan melepaskan nazar dengan mempersembahkan sesajian.

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved