Ketika Mantan Ajudan Loyalnya Meninggal, Terungkap! Kata-kata Terakhir ini yang Diucapkan Soeharto

Dirumorkan Merencanakan Kudeta, Ternyata Karena Hal ini Soeharto Copot Benny Moerdani dari Pablima ABRI

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tribun Manado
Jenderal Benny Moerdani dipecat oleh Presiden Soeharto 

Sosok Benny Moerdani bisa dikatakan merupakan tangan kanan Presiden Soeharto. Namun keduanya pernah tidak akur karena sebuah teguran sang pengawal loyalis itu

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam dunia angkatan militer Indonesia, siapa yang tidak mengenal sosok Benny Moerdani.

Mantan Panglima ABRI (Kini Panglima TNI) serta merupakan loyalis dari Presiden Soeharto.

Karir militer Benny Moerdani dapat dikatakan moncer hingga mampu mencapai posisi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI) saat zaman Orde Baru.

Hubungan Benny Moerdani dengan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia sangat erat.

Baca Juga:

Jenderal Tegas Idola Ahok, Berani Gebrak Meja di Rumah Presiden & Sosok yang Buat Soeharto Gusar

Para Menteri Membangkang Perintahnya, Soeharto Ucap Hal Mengejutkan Ini ke Habibie yang Menemuinya

Ajudan Bocorkan Jumlah Harta Soeharto, Uangnya Triliunan? Saya Tahu Persis Berapa Uang Pak Harto

Christianto Wibisono, mantan jurnalis dan pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia, sempat menyebut Benny Moerdani sebagai anak emas Soeharto.

Namun, hubungan harmonis Benny Moerdani dan Soeharto harus retak.

Melansir dari buku berjudul Benny Moerdani yang Belum Terungkap (2018), Soeharto mencopot Benny dari jabatannya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Publik merasa ada keganjilan dalam pencopotan yang serba mendadak itu.

Sebab, Benny diturunkan persis seminggu sebelum Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat digelar.

Benny Moerdani
Benny Moerdani (Kolase Tribun Jabar)

Peralihan tongkat komando tertinggi militer sebelumnya selalu dilakukan berbarengan dengan pembentukan kabinet baru.

Rumor mengenai tersingkirnya Benny Moerdani dari lingkaran Cendana menguat setelah Soeharto membubarkan Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkantib).

Pasukan yang dibubarkan oleh Soeharto tersebut dipimpin oleh Benny Moerdani.

Setelah itu, Soeharto memberikan Benny Moerdani jabatan sebagai menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan V.

Namun, urusan Benny tak jauh-jauh dari kegiatan seremonial sementara kekuatan militer Benny semakin terkikis.

Baca Juga:

Ketika Anggota Kopassus Harus Tidur di Kandang Sapi Bila Gagal Dalam Medan Perang

Kru Seventeen ini Mengaku Didatangi Oleh Bani, Oki dan Ujang Dalam Mimpi, Mereka Terlihat Bahagia

Para Menteri Membangkang Perintahnya, Soeharto Ucap Hal Mengejutkan Ini ke Habibie yang Menemuinya

Ada yang mengatakan hubungan Soeharto dan Benny merenggang karena kabar Benny mengincar kursi wakil presiden hingga merencanakan kudeta.

Kepala Staf Sosial Politik ABRI Letjen Purnawirawan Haryoto PS mengatakan penyebab hubungan Soeharto dan Benny merenggang bukan karena dua rumor tersebut.

Haryoto mengatakan hubungan dua tokoh itu merenggang karena sikap Benny yang mengkritik Soeharto.

Benny Moerdani mengingatkan Soeharto mengenai bisnis anak-anak keluarga Cendana.

"Bapake nesu banget mergo anake dipermasalahke (Bapak marah sekali karena anak-anaknya dipermasalhkan)," kata Haryoto sesaat setelah Benny wafat.

Mantan dokter tentara dalam Operasi Mandala, Brigadir Jenderal Purnawirawan Ben Mboi sempat diceritakan oleh Benny mengenai kejadian munculnya kritikan tersebut.

Soeharto dan Benny Moerdany
Soeharto dan Benny Moerdany 

Saat itu, Benny Moerdani tengah menemani Soeharto bermain biliar di kediaman Cendana.

Benny memberanikan diri mengutarakan pendapatnya agar Soeharto 'menjauhkan' anak-anaknya dari kekuasaan.

"Ketika saya angkat masalah anak-anaknya itu, Pak Harto berhenti bermain, masuk kamar tidur, dan meninggalkan saya di kamar biliar," ujar Benny saat bercerita kepada Ben.

Sebelum kejadian tersebut, rupanya Benny sempat menolak campur tangan anak Soeharto dalam urusan pengadaan alat utama sistem senjata ABRI.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan asisten Benny yang enggan disebut namanya.

"Pak Benny beberapa kali menolaknya," ucapnya.

Menurut Jusuf Wanandi, rekan Benny dari Centre for Strategic and International Studies, pada 1980-an bisnis anak-anak Soeharto merajalela ke semua sektor.

"Semua-semuanya ingin ditataniagakan," kata Jusuf, awal September 2014.

Keresahan Benny terhadap bisnis anak Soeharto juga dirasakan oleh Ali Moertopo.

Baca Juga:

Ingat Brigjen Krishna Murti ? Kabar Mengagumkan Kini Datang dari Jenderal Viral Itu

Melihat Peruntungan di Ramalan Zodiak Minggu (30/12/2018), Gemini Terlalu Semangat, Virgo Emosional

5 Armada Baru Trans Siginjai Belum Bisa Beroperasi, Ini Masalah yang Dihadapi Dishub Provinsi Jambi

Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan III itu berpesan kepada Jusuf agar berbicara kepada Benny tentang anak-anak Soeharto.

"Minta dia bicara ke Pak Harto , tertibkan anak-anaknya," kata Ali yang ditirukan Jusuf.

Bahkan, Benny sempat menahan paspor, putra Soeharto, Sigit Harjojudanto.

Tujuannya agar Sigit tak bisa lagi ke luar negeri untuk berjudi.

6 anak Soeharto berlabuh di Partai Berkarya
6 anak Soeharto berlabuh di Partai Berkarya (Intisari)

Saat Benny Meordani terbaring di kasur perawatan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Soeharto menjenguknya.

Soeharto mengucapkan kata-kata yang nyaris tak terdengar sembari matanya berkaca-kaca.

"Kowe pancen sing bener, Ben. Nek aku manut nasihatmu, ora koyo ngene (Kamu memang yang benar, Ben. Seandainya aku menuruti nasihatmu, tak akan speerti ini)," kata Soeharto seperti yang ditirukan oleh asisten Benny yang berada di ruang perawatan.

Dua hari setelah kunjungan tersebut, Benny Moerdani menghembuskan napas terakhirnya.

Baca Juga:

Selama 2018, Polda Jambi Berhasil Ungkap 15 Kasus PETI dan Tangkap 27 Pelaku

Tahun 2019, DKP Jambi Fokus Garap Perda Rencana Donasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil

Pelaku Pembakaran Alquran Diinterogasi dan Digeledah, Polisi Temukan Barang Bukti Terkait Narkotika

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kata-kata Terakhir Soeharto Sebelum Benny Moerdani Meninggal, Penyesalan yang Datang Terlambat

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved