Nelayan ini Selamat dengan Cara Tak Disangka, Setelah 3 Kali Diterjang Tsunami Dekat Gunung Krakatau

Nelayan ini Selamat dengan Cara Tak Disangka, Setelah 3 Kali Diterjang Tsunami Dekat Gunung Krakatau

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Instagram @natgeoindonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau sehari setelah tsunami di Banten 

Namun, Tuhan begitu baik, nyawa mereka berhasil diselamatkan karena terdampat di sebuah pulau usai tercebur ke dalam laut.

Baca Juga:

Penetapan Tersangka Ketok Palu APBD Jambi 2018 Apakah Berpoengaruh Terhadap DCT? Ini Penjelasan KPU

Jadwal Lengkap Hiburan Sambut Malam Tahun Baru 2019 di RCTI, SCTV, TransTV, Trans 7 dan GTv

Sama Seperti Seventeen, 5 Band ini Juga Kehilangan Banyak Personilnya dari Kejadian Tragis Lainnya

"Kemudian, gelombang yang ketika membawa arus dan keesokannya, saya terdampar di pulau,"katanya.

"Di sana juga ada teman saya yang juga terdampar, lalu kita diselamatkan kapal motor nelayan yang lewat dan dibawa ke Pulau Sebesi," tambahnya.

Sebelum terdampar di lautran, Puji mengaku terobang-ambing di tengah lautan. Ia terbawa arus dan mencari pegangan kayu, hingga terdampar di sebuah pulau.

Setelah ia diselamatkan kini, ia sudah di bawa pulang ke rumahnya pada Senin siang (24/12/2018).

Baca Juga:

Tiga Pilkada di Jambi dan Adagium Uji Ilmu, Uji Integritas, dan Uji Lobi

Kapolri Sebut KKB Cari Perhatian Dunia Internasional, Genjatan Senjata Terus Dilakukan di Papua

BREAKING NEWS: KPK Tetapkan 13 Tersangka Baru Suap APBD Jambi 2018, Tiga Pimpinan DPRD Tersangka

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Tsunami Susulan Bisa Terjadi, Warga Diminta Jauhi Pantai

Status Gunung Anak Krakatau baru saja dinaikkan dari waspada level II menjadi siaga level III.

Status tersebut berubah pukul 06.00 WIB seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut, peningkatan status Gunung Anak Krakatau tersebut lantaran masih berlangsung erupsi di kawah gunung.

Pada Kamis (27/12/2018) dini hari, juga terdengar suara dentuman.

Menurut Sutopo, ada beberapa imbauan yang harus diketahui oleh masyarakat terkait peningkatan status Gunung Anak Krakatau.

Satu di antaranya adalah dari PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM yang merekomendasikan warga dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah.

Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau (Google Maps)

"Karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat. Di dalam radius 5 kilometer tersebut tidak ada permukiman," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (27/12/2018).

Meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dikhawatirkan menimbulkan longsoran bawah laut dan memicu tsunami seperti yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi area pantai.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved